Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita TerbaruAgun: Rakyat Harus Dorong DPR Jadi Satu Tanpa KIH dan KMP

Agun: Rakyat Harus Dorong DPR Jadi Satu Tanpa KIH dan KMP

Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.Ip.M.Si

agun

Jakarta, (harapanrakyat.com),-

Anggota DPR RI Partai Golkar, Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.Ip.M.Si, menyatakan dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, tidak dikenal istilah oposisi. Menurut dia, karena filosofi Indonesia adalah Pancasila yang pada intinya Gotong Royong, maka operasionalisasi teknisnya harus merujuk pada sila keempat.

Selain itu, sistem Pemerintahan yang diterapkan di Indonesia juga merupakan Sistem Presidensil yang tidak memakai Hak Veto Presiden.

Lebih jauh Agun menjelaskan, UUD 1945 juga tidak menganut Sistem Presidensil murni, dimana DPR tidak bisa terbagi pada 2 poros kekuasaan seperti poros Republik dan poros Demokrat di Amerika.

“Di kita Presiden tak punya Hak Veto. Sampai kapanpun di Indonesia tak mungkin bisa Partai-Partai disederhanakan menjadi 2 poros kekuasaan atau mengerucut pada 2 kekuatan,” katanya, dalam keterangan persnya, yang dikirim ke redaksi HR Online, Kamis (04/12/2014).

Agun menandaskan, di Indonesia kekuatan riil politik¬† adalah Bhineka Tunggal Ika. Hal itu adalah fakta dan realita yang ada sejak Indonesia sebelum merdeka hingga saat Pemilu 2014 yang menghasilkan 10 partai dengan relatif suaranya “flat”.

Pada kesempatan itu, Agun memandang, DPR itu satu, Bhineka Tunggal Ika, yang secara gotong royong bersama Presiden menjalankan Pemerintahan untuk rakyat. Karena presiden tidak diberi hak veto, maka setiap RUU harus mendapatkan persetujuan bersama antara DPR dengan Pemerintah.

“Lihat saja situasi dan kondisi hari ini dengan adanya KIH-KMP, Pemerintahan kita tidak berjalan efektif, begitu pula di beberapa daerah sudah terjadi. Oleh karenanya,¬† Rakyat harus mendorong agar keberadaan DPR menjadi satu, melebur menjadi satu tanpa KIH-KMP,” ucapnya.

Berkaitan dengan Munas Golkar, kata Agun, hal itu tidak bisa dibawa untuk kepentingan KIH ataupun KMP, melainkan untuk kepentingan rakyat. “Bukankah suara golkar suara rakyat!” tandas Agun. (Deni/R4/HR-Online)