Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita BanjarDi Banjar, Seorang Balita Tewas Tenggelam di Kolam Ikan

Di Banjar, Seorang Balita Tewas Tenggelam di Kolam Ikan

Babinsa Langensari, Serma. Sudarto, menunjukkan lokasi dimana balita malang itu tewas tenggelam. Photo: Hermanto/HR.

IMG01547-20141203-1207

 

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Melani Masyuroh (3), seorang balita, warga Dusun Sukahurip, RT. 1/3, Desa/Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu siang tadi (03/12/2014), sekitar jam 11.00 WIB, tewas tenggelam di kolam ikan yang berada di belakang rumahnya.

Menurut penuturan Wartini, ibunya, sebelumnya korban ingin memancing ikan di kolam tersebut, dan oleh ibunya dikasih pancingan mainan. Namun sang ibu pun meninggalkan bocah itu sendirian di pinggir kolam.

Diduga terpeleset, kemudian korban jatuh ke kolam sedalam 2 meter. Karena tidak ada satu orang pun yang mengetahuinya, akhirnya balita malang itu meninggal dunia.
Korban pertama kali ditemukan oleh Sarman, ayahnya, saat sedang membelah kayu di pinggir rumahnya. Sarman mengaku terkejut ketika melihat putri bungsunya itu sudah mengambang di kolam.

Mengetahui kejadian tersebut, ayah korban sangat terpukul, dan langsung menangis saat melihat tubuh anaknya sudah terbujur kaku. “Saya pasrah saja, ini sudah kehendak-Nya,” tutur Sarman, sambil menangis.

Menurut tetangganya, Rosadi, bocah yang sedang lucu-lucunya itu adalah anak baik dan periang. Bahkan sebelum maut menjemputnya, korban masih sempat bermain-main di teras rumah Rosadi. “Saya merasa sangat kehilangan, dia anaknya sangat banget,” kata Rosadi.

Sementara itu, Kasat. Reskrim Polresta Banjar, AKP. Shohet, mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan, kejadian tersebut adalah murni kecelakaan. Dari hasil olah TKP tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban.

Shohet menduga, pada saat bermain pancingan, bocah itu terpeleset lalu tercebur ke dalam kolam, terlebih di pinggir kolam tidak ada pagar pengaman. “Ini murni kecelakaan,” terangnya.

Shohet menambahkan, kejadian ini harus dijadikan pembelajaran bersama, sehingga peristiwa seperti ini tidak terulang kembali. Shohet pun menghimbau kepada para orang tua agar jangan sampai lalai dalam mengawasi putra-putrinya. (Hermanto/R3/HR-Online)