Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita BanjarDisperindagkop; Permintaan Pedagang Statsiun Banjar Perlu Dikaji

Disperindagkop; Permintaan Pedagang Statsiun Banjar Perlu Dikaji

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Terkait adanya permintaan para pedagang asongan eks Stasiun KA Banjar, yang ingin direlokasi dan difasilitasi gerobak dagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Banjar, mengaku sudah melakukan peninjauan terhadap para pedagang.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Kota Banjar, Sukirman, saat ditemui HR, Selasa (09/12/2014), mengatakan, peninjauan dilakukan guna mengetahui keberadaannya, sekaligus menyerap apa keinginan mereka.

“Atas hasil peninjauan, mereka meminta difasilitasi untuk direlokasi, sekaligus dengan gerobaknya. Namun, atas keinginannya itu kami harus melaporkan dulu kepada Walikota, termasuk mengkoordinasikan dengan dewan,” katanya.

Sukirman juga mengaku, pihaknya sudah melaporkan langsung hal itu kepada Walikota. Selanjutnya Walikota terlebih dahulu harus mengkaji dan menganalisa secara matang. Jangan sampai setelah diberikan fasilitas bantuan, ternyata usaha mereka tidak langgeng, seperti yang terjadi pada kawasan kuliner di Jl. Kantor Pos dan di belakang Toserba Pajajaran.

Kasi. Bina Pasar Dalam dan Luar Negeri Disperindagkop, Neneng Widya Astuti, menambahkan, bahwa sebenarnya lokasi yang cocok untuk penempatan pedagang tersebut bisa saja dilakukan di taman Tugu Batas Batulawang, taman Tugu Perbatasan Cipadung-Cisaga, dan Tugu Batas Jawa Barat-Jawa Tengah di Mekarharja.

Dia menilai, bila tempat itu dijadikan kawasan pedagang, dipastikan nantinya akan menjadi ramai dan menghidupkan pintu masuk Kota Banjar. “Itu pun tetap harus dikaji terlebih dahulu segi kemanfaatannya dan keberlangsungan usaha pedagang asongan kedepannya. Apakah sudah layak dibeberapa tempat tersebut, terlebih harus dianggarkan dulu dengan matang,” jelasnya.

Selain itu, kata Neneng, dalam proses relokasi dan bantuan gerobak tentu membutuhkan waktu. Bahkan sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan gambaran dan rencana untuk anggarannya.

“Kami akan segera membicarakan dengan komponen terkait untuk bersama-sama memikirkan jalan keluar terbaik,” pungkas Neneng. (Nanang/Koran-HR)