Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariIni Kronologi PRT Asal Ciamis Disiksa di Batam Hingga Terjatuh dan Lumpuh

Ini Kronologi PRT Asal Ciamis Disiksa di Batam Hingga Terjatuh dan Lumpuh

Eka Purnamasari, warga Dusun Sukabagja, Desa Kalapasawit, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, terbaring lesu di kasur akibat mengalami lumpuh setelah terjatuh dari lantai 3 di tempat kerjanya. Foto: Entang SR/HR

NTANG_81214_PRT DISIKSA MAJIKAN 1 005 (1)

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Tukiran, Ayah Korban (Eka Purnamasari), seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT) yang disiksa majikannya di Kota Batam, mengungkapkan, peristiwa ini terjadi ketika anaknya bersama temannya, bekerja di sebuah restoran di Kawasan Nagoya, Kota Batam.

Namun, karena kerap disiksa dan dianiaya oleh majikannya, Eka bersama empat orang temannya nekad melarikan diri dan loncat dengan menggunakan seutas tali tambang dari lantai 3. Namun naas, saat khendak menjajakan kaki ke tanah, tali tambang putus dan korban pun terjatuh. (Baca juga: Disiksa di Batam, PRT Asal Ciamis Ini Jatuh dari Lantai 3 Hingga Lumpuh)

Tukiran menambahkan, dari pengakuan anaknya, majikannya kerap memukuli seluruh karyawannya. Tindak kekerasan itu terjadi apabila ada salah satu karyawan di restoran tersebut terlambat membersihkan rumah atau terlambat mencuci pakaian.

“Bahkan, ada salah seorang temannya, hampir tiap hari disiksa bila terlambat menyiram tanaman di halaman rumah majikannya,” terangnya.

Menurut Tukiran, anaknya berhasil pulang ke rumahnya di Kecamatan Lakbok, setelah dibantu oleh temannya yang juga bekerja di Batam. “Waktu itu anak saya telepon ke saudaranya di Lakbok bahwa dia mengalami musibah dan kondisi tubuhnya lumpuh. Setelah mendapat kabar itu, kami langsung menjemputnya di Bangkahuni Lampung,” ujarnya.

Tukiran pun mengaku bingung dalam mencari keadilan untuk anaknya. Dia hanya berharap ada bantuan hukum dari instansi terkait untuk meminta pertanggungjawaban majikannya yang membuat kondisi anaknya lumpuh.

“Saya kan orang kampung, tidak ngerti urusan hukum. Apalagi ini kejadiannya jauh di Batam. Tetapi, saya sangat berharap ada bantuan dari instansi terkait agar bisa menghukum pelaku sekaligus meminta pertanggungjawabannya,” ungkapnya. (Ntang/Koran-HR)