Selasa, Agustus 16, 2022
BerandaBerita CiamisIPM Kabupaten Ciamis Alami Peningkatan

IPM Kabupaten Ciamis Alami Peningkatan

Kepala Bappeda Kabupaten Ciamis, H. Kusdiana, Drs,MM

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Ciamis pada tahun 2013 mengalami peningkatan. Pasalnya, pada tahun 2012, IPM Kabupaten Ciamis berada di kisaran angka 73.15, sedangkan pada tahun 2013 angkanya meningkat menjadi 73.34. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) ini sendiri digunakan untuk mengklasifikasikan kemajuan sebuah daerah, termasuk untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup masyarakat di daerah yang bersangkutan.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Ciamis, H. Kusdiana, Drs.,M.M., didampingi Kabid Pemkesra, H. Toto Suparto, S.Sos.,M.M., Selasa (9/12/2014), mengatakan bahwa IPM KabupatenCiamis tersebut diperoleh darihasil penghitungan masing-masing komponen IPM. Diantaranya, Indeks Harapan Hidup (Angka Harapan Hidup), IndeksPendidikan (AngkaMelekHurufdanRata-rataLama Sekolah) dan IndeksDaya Beli(Indeks standar hiduplayak masyarakat).

Menurut Kusdiana, setelahpembentukan DOBKabupaten Pangandaran,wilayahdiKabupatenCiamis menjadi26Kecamatan,yangterdiridari258Desa dan7Kelurahan. Menurut dia, pemekaran wilayah merupakan sebuah terobosan untukmempercepatpembangunan, peningkatan kualitas dan mempermudah pelayanan bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Kusdiana menuturkan, pemekaranwilayah jugamerupakanbagiandariupayauntukmeningkatkankemampuan pemerintah daerah dalam memperpendek rentangkendali, sehingga meningkatkanefektifitas penyelenggaraanpemerintahdanpengelolaanpembangunan.

Dia juga mengungkapkan, peningkatan angka IMP Kabupaten Ciamis tahun 2013 tersebut telahmencapaiklasifikasimenengahatas.Meskipun angkanyabergerak perlahan,kondisitersebut menjadi salah satu indikasiadanya peningkatankualitaspembangunan di KabupatenCiamis, khususnya pembangunan di bidangpendidikan,kesehatan dan ekonomi.

Kusdiana menjelaskan, salahsatujenispelayanankesehatan yangsangatberpengaruhpadaangkakematianbayidanibuadalahpelayananproses persalinan.Darihasil Survei IPM pada tahun 2013, pemanfaatan tenaga kesehatan (dokter,bidan dan tenaga peramedislain) dalam pertolongan kelahiran masih didominasioleh tenagakesehatan, angkanya mencapai 90.07persen.

“Kondisiinimenunjukkan adanyakesadaranmasyarakatKabupaten Ciamisdalam penggunaan tenaga kesehatan secaraoptimal dalam proses persalinan,” katanya.

Dia bidangpendidikan, kata Kusdiana, Angka MelekHuruf(AMH)mengalami peningkatandaritahunsebelumnya.PadaTahun2013mencapaiangka98.84persen ataumeningkat0.25persendaritahun2012 yang hanya mencapaiangka98.59persen.Kondisi padatahun 2013itu menunjukkanmasih adapenduduk KabupatenCiamisyang belumdapatmembacadanmenulissebanyak1.41persendari totalpenduduk.

“Capaianangkainisudahsangatidealkarenauntukmencapaiangka melekhuruf100persensangatlahsulit.Danumumnyamerekayang butahurufberada pada kelompokumurlanjutyangsulituntukdiintervensi,” ucapnya.

Kemudian untukRata-rataLamaSekolah(RLS),juga mengalami peningkatan daritahun sebelumnya. Pada tahun 2012 angkanya berkisar di 7,68 tahun, sedangkan tahun 2013 menjadi7,80 tahun.Peningkatannya mencapai 0,12 pointatau 52.00 persen dari angka maksimal standard UNDP15tahun atau setaralulusAkademi (DIII).

“Indikator ini menunjukkan, rata-rata penduduk Kabupaten Ciamis telah menempuh pendidikan selama7,80tahunatau setara mendudukibangku kelas1 SLTP,” imbuhnya.

DiantaratigakomponenpembentukIPM, komponenpeningkatan dayabelimasyarakatyangpalingberat.Indikatorinisangat sensitifterhadapkondisiekonomimakroyangfluktuatif, apalagijika adakebijakan kenaikanBBMyangakanmenekandayabelimasyarakat.Indikatorinihanyameningkat 0.21pointyaitudaritahun2012sebesarRp641.800,-menjadisebesarRp642.010,- pada tahun 2013.

Berdasarkan indikator tersebut, pelaksanaanpembangunandiKabupaten Ciamistelah dilakukan sesuaidengan pengembangan strategipembangunan ProvinsiJawa Barat dengan penekanan pada pertumbuhan ekonomi yang diiringi dengan peningkatan sumberdayamanusianya.

PerbedaanperubahankecepatanIPM dalamsuatu periode untuk suatu kabupaten, dapat diketahui dari angka “ReduksiShortfall”.Angka tersebutmerupakanrasiopencapaiankesenjanganjarakyang “sudahditempuh”dengan yang“harusditempuh”untukmencapaikondisi yangideal(IPM=100).

“Semakintinggi angkaReduksiShortfall,semakincepatkenaikanIPM. AngkaIPM bernilaipadakisaranantara0dan100. Namundemikian angkaIPM yangdicapaisuatudaerah hampir tidakmungkinbernilai 100,” pungkasnya. (deni/Koran-HR)