Sabtu, Agustus 20, 2022
BerandaBerita CiamisIsu Mayat Keluar dari Kubur Kembali Gegerkan Warga Panoongan Ciamis

Isu Mayat Keluar dari Kubur Kembali Gegerkan Warga Panoongan Ciamis

3 makan yang posisinya berada di bibir tebing, di TPU Barak Lingkungan Panoongan RT 02/RW 15 Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, tampak menonjol keluar dan terlihat potongan kain kapan mayat. Foto: Heri Herdianto/HR

Isu Mayat Keluar dari Kubur Kembali Gegerkan Warga Panoongan Ciamis

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Warga yang berada di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Barak, di Lingkungan Panoongan RT 02/RW 15 Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, kembali dibuat geger dengan menyebarnya informasi mayat yang keluar dari kubur. Bahkan, informasi ini berkembang di warga sekitar sudah dibumbui cerita mistis.

Dari pantauan HR di lokasi TPU, munculnya informasi mayat keluar dari kubur tampaknya akibat 3 makam yang berada di TPU Barak yang dikuburkan di atas tebing nyaris tergerus oleh longsor. Akibatnya, kain kapan mayat yang dikubur di 3 makam tersebut menonjol keluar dan terlihat menempel di bibir tebing,

Apabila tebing tersebut kembali longsor, dipastikan 3 makam yang menempel di bibir tebing akan ambrol beserta seluruh mayat yang dikubur di lokasi tersebut.

Suherman (67) warga setempat, mengatakan, tiga makam yang mayatnya menonjol keluar sudah diketahui 3 hari yang lalu. Namun warga setempat belum berani malakukan inisiatif memperbaiki makam tersebut, karena menunggu koordinasi dengan pihak kelurahan.

“Posisi makam yang mayatnya menonjol ke luar itu berada di pinggir tebing yang berbatasan langsung dengan aliran Sungai Cileueur,” katanya, Minggu (21/12/2014).

Menurut Suherman, meski mayat yang berada di 3 makam itu menonjol ke luar, namun untuk sementara posisinya masih aman. Namun, apabila terjadi hujan lebat dan menimbulkan longsor, warga khawatir seluruh makan tersebut ambrol tergerus pergerakan tanah.

“Kita sudah meminta pihak kelurahan untuk secepatnya memperbaiki 3 makam tersebut. Pasalnya, apabila dibiarkan, kita khawatir menimbulkan kegundahan dan isu-isu sesat di masyarakat,” pungkasnya. (Her/R2/HR-Online)