Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita PangandaranJelang Tahun Baru, Pedagang Umang di Pangandaran “Marema”

Jelang Tahun Baru, Pedagang Umang di Pangandaran “Marema”

Abah Usman, salah seorang penjual umang-umang di kawasan Pantai Pangandaran. Photo: Entang Saeful Rachman/HR.

IMG02544-20141229-1407

 

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Sejak dulu, keberadaan hewan umang-umang di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, selalu disukai anak-anak. Selain tidak menggigit, hewan tersebut juga memiliki bentuk dan cara berjalan yang unik.

Abah Usman, salah seorang penjual umang-umang, warga Dusun Cikamurang, Desa Babakan, Kec/Kabupaten Pangandaran, mengaku menjadi penjual umang-umang sejak tahun 2009.

Namun, umang-umang yang dijual Abah Usman bukan lah asli Pangandaran, melainkan berasal dari Sumatera yang dibelinya dari seorang bandar umang-umang di Babakan Pangandaran.

“Harga umang jelang tahun baru ini naik sekitar 5 ribu rupiah, baik yang ukuran besar ataupun kecil. Kalau hari-hari biasa harga umang besar perkilo seharga 50 ribu rupiah, dan yang kecil 70 ribu rupiah,” tuturnya, saat dijumpai HR, Senin (29/12/2014).

Dia menyebutkan, di kawasan obyek wisata Pantai Pangandaran sedikitnya ada 35 orang pedagang hewan umang-umang. Meski banyak saingan, namun Abah Usman mengaku penghasilan dari penjualan umang-umang cukup untuk menafkahi anak dan istrinya.

“Dalam sehari saya mampu meraih keuntungan antara 50 ribu sampai 100 ribu rupiah, dan untuk pakan hewan umang ini tidak lah sulit, cukup dikasih sayuran untuk makanannya,” pungkas Abah Usman. (Ntang/R3/HR-Online)