Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita BanjarJelang Tahun Baru, Polresta Banjar Sita 19 Botol Miras

Jelang Tahun Baru, Polresta Banjar Sita 19 Botol Miras

Polisi berhasil mengamankan 19 botol miras berbagai merk, seperti anggur ginseng, anggur merah, kilin, dan lain-lain dari sebuah warung milik Ecin (25) di Jl. Buntu. Photo: Hermanto/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Menjelang pergantian tahun baru dari 2014 ke 2015, jajaran Polresta Banjar Kamis malam tadi (25/12/2014), sekitar jam 21.00 WIB, menggelar razia miras di Lingkungan Jadimulya, Kel/Kec. Pataruman, tepatnya di Jl. Buntu, Kota Banjar.

Dalam razia ini, polisi berhasil mengamankan 19 botol miras berbagai merk, seperti anggur ginseng, anggur merah, kilin, dan lain-lain. 19 botol miras itu berhasil disita dari sebuah warung milik Ecin (25).

Kapolresta Banjar AKBP, Asep Saepudin, SIK., didampingi Wakapolresta Banjar, Kompol. Heriyanto, SE., mengatakan, operasi ini digelar untuk menciptakan suasana kondusif di Kota Banjar selama perayaan natal dan menjelang tahun baru.

Sasaran utama dalam razia ini adalah terhadap penyakit masyarakat, salah satunya peredaran minuman keras (miras). Untuk itu, pihaknya akan terus gencar melakukan razia miras.

Menurut Kapolres, pemilik atau penjual miras tersebut sudah kerap digaruk petugas dalam setiap operasi miras. “Ia memang sering menjadi langganan razia, setiap operasi pasti orang-orang ini juga,” kata Asep.

Setelah dari Jl. Buntu, petugas kemudian meluncur ke belakang Stasiun Kereta Api Banjar. di tempat itu petugas mengepung rumah kontrakan bandar miras yang terkenal di Kota Banjar. Namun sayang , rumah beserta gudang miras sudah tertutup dan terkunci ditinggal pemiliknya. Tapi pihak kepolisian sudah mengetahui dimana tempat rahasia mereka menyimpan miras.

“Kami sudah mengetahui dimana si bandar menyimpan miras, dan razia ini pun akan terus kami lakukan sampai bandar miras ini kami tangkap. Mereka yang terjaring razia ini akan segera diproses hukum melalui sidang tipiring. Semoga kali ini kami dapat membuat mereka jera,” pungkasnya. (Hermanto/R3/HR-Online)