Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaBerita CiamisKakek di Ciamis yang Hamili Tunanetra Minta Damai, Keluarga Korban Menolak

Kakek di Ciamis yang Hamili Tunanetra Minta Damai, Keluarga Korban Menolak

Foto: Ilustrasi

ilust

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Hamid (56), tersangka kasus pelecehan terhadap gadis tunanetra hingga hamil, yang juga warga Dusun Babakan RT 02/RW 04 Desa Sadewata, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, tampaknya mengajukan perdamaian dengan keluarga korban. Bandot tua ini menyatakan bersedia bertanggungjawab menikahi korban, asalkan perkara hukum tidak diperpanjang alias selesai.

Namun, pengajuan damai yang ditawarkan tersangka rupanya ditolak mentah-mentah oleh keluarga korban. Alasannya, perbuatan tersangka sudah kelewat batas dan sulit untuk dimaafkan. Keluarga korban pun teguh dengan pendiriannya yang tetap mendorong penyelesaian kasus ini dilanjutkan hingga tuntas dan sampai memiliki kekuatan hukum tetap.

Emi (65), ibu kandung korban, membenarkan adanya pengajuan damai dari pihak tersangka. Namun, keluarganya sudah sepakat tidak mau kompromi dalam penyelesaian kasus ini. “Meski dia (tersangka) menyatakan akan bertanggungjawab  dengan menikahi anak saya, tetapi tetap saja proses hukum harus berjalan hingga tuntas,” tegasnya, kepada HR, Kamis (18/12/2014).

Meski saat cucunya keluar dari rahim ibunya tanpa memiliki ayah, bagi Emi tampaknya tidak jadi masalah. Dia sebagai neneknya, akan mengurus cucunya hingga besar nanti.

“Terlepas nanti harus  mengurus cucu, bagi saya tidak masalah. Yang penting bagi saya dia harus dihukum seberat-beratnya,” ucapnya sedikit emosi.

Menurut Emi, kalau setiap kasus seperti ini bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan dengan penyelesaian akan menikahi korban, tidak menutup kemungkinan kejadian serupa akan terjadi kembali.

“Karena melakukan kelakuan bejat seperti ini tidak dihukum. Yang perlu diingat, bahwa pelaku sudah menggahi seorang wanita tunanetra yang tidak berdaya. Kalau diselesainya cukup dengan berdamai, dimana keadilan untuk korban yang notabane fisiknya lemah,” ungkapnya.

Emi juga menegaskan, meski dirinya rakyat biasa yang buta hukum, tetapi masih mengerti mana yang benar dan mana yang salah. “ Keluarga saya hanya ingin keadilan ditegakkan. Tidak ada kata damai dalam penyelesaian kasus ini,” pungkasnya. (Dji/R2/HR-Online)

Berita Terkait

Gituan’ Hingga Hamili Gadis Tunanetra, Kakek di Ciamis Ini Masuk Bui

Gadis Tunanetra di Ciamis yang Dihamili Kakek Tua, Sempat Diancam Santet