Senin, Agustus 8, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariKembangkan Kesenian Daerah, Pelaku Seni Apresiasi Perhatian Pemkab Ciamis

Kembangkan Kesenian Daerah, Pelaku Seni Apresiasi Perhatian Pemkab Ciamis

Kasie Perfilman dan Seni Budaya Disdikbud Ciamis, H. Dedi Kusmana, S.Pd.,M.Pd, saat bertemu dengan tokoh dan pelaku seni dari wilayah Kecamatan Banjarsari, Purwadadi, Lakbok dan Pamarican, di Aula UPTD Pendidikan Banjarsari, Senin (15/12/2014). Photo : Andri S Hamara/ HR

DCIM100MEDIA

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Tokoh dan pelaku seni di wilayah Kecamatan Pamarican, Banjarsari, Purwadadi dan Lakbok menyambut baik kegiatan pembinaan yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ciamis, yang diselenggarakan di Aula UPTD Pendidikan Banjarsari, Senin (15/12/2014).

Mereka pun mengaku merasa mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Ciamis. Namun begitu, para tokoh dan pelaku seni ini meminta pemerintah tidak hanya berhenti pada kegiatan pembinaan saja, sebab mereka meyakini bahwa kesenian juga dapat membawa dan mengangkat serta mengharumkan nama daerah dan bangsa.

Kasie Perfilman dan Seni Budaya Disdikbud Ciamis, H. Dedi Kusmana, S.Pd.,M.Pd, Senin (15/12/2014), mengaku sangat berterimakasih kepada para tokoh dan pelaku seni di empat wilayah tersebut.

Ungkapan terimakasih itu, kata Dedi, sengaja diberikan karena para tokoh dan pelaku seni tersebut telah membantu program Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam mengembangkan kesenian daerah, seperti ronggeng gunung, kesenian beluk dan kesenian lainnya.

“Kami juga sangat terbuka, bila para tokoh dan pelaku seni ada keperluan dengan kami, pintu kantor kami sangat terbuka menerima kehadiran mereka,” ucapnya.

Sementara itu, Narasumber pada kegiatan tersebut, H. Akasah, Drs.,MBA, meminta para tokoh dan pelaku seni untuk tidak berhenti mengembangan kesenian-kesenian daerah. Dia tidak berharap kesenian daerah yang dimiliki Kabupaten Ciamis kalah dengan kesenian modern dari luar.

“Karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan mempertahankan kesenian daerah sendiri. Apalagi bila kesenian itu ada kaitannya dengan sejarah. Tentunya harus dijaga, dipertahankan dan dilestarikan,” katanya. (Andri/Koran-HR)