Selasa, Agustus 16, 2022
BerandaBerita BanjarKurang Sipir, 25 Napi Lapas Banjar Akhirnya Dipindah Ke Ciamis

Kurang Sipir, 25 Napi Lapas Banjar Akhirnya Dipindah Ke Ciamis

Petugas Lapas Banjar dibantu pihak kepolisian tengah mengevakuasi pemindahan sebanyak 25 Napi (warga binaan) dari Lapas Banjar ke Lapas Ciamis, Senin malam (29/12/2014), sekitar pukul 22.00 WIB, menggunakan mobil tahanan milik Kejaksaan Negeri Banjar. Foto: Hermanto/HR.

Petugas Lapas Banjar dibantu pihak kepolisian tengah mengevakuasi pemindahan sebanyak 25 Napi (warga binaan) dari Lapas Banjar ke Lapas Ciamis, Senin malam (29/12/2014), sekitar pukul 22.00 WIB, menggunakan mobil tahanan milik Kejaksaan Negeri Banjar. Foto: Hermanto/HR.
Petugas Lapas Banjar dibantu pihak kepolisian tengah mengevakuasi pemindahan sebanyak 25 Napi (warga binaan) dari Lapas Banjar ke Lapas Ciamis, Senin malam (29/12/2014), sekitar pukul 22.00 WIB, menggunakan mobil tahanan milik Kejaksaan Negeri Banjar. Foto: Hermanto/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sebanyak 25 orang warga binaan (Napi) Lapas Banjar akhirnya dipindah ke Lapas Ciamis, Senin malam, (29/12/2014), sekitar pukul 22.00 WIB, dengan pengawalan pihak kepolisian, dan menggunakan mobil tahanan milik Kejaksaan Negeri Banjar.

Pemindahan ke 25 orang warga binaan tersebut berdasarkan perintah Dirjenpas melalui Kepala Divisi Pemasyarakatan Jawa Barat. Hal itu menjawab, keterbatasannya tenaga petugas Sipir di Lapas Banjar, yang tidak berimbang dengan jumlah warga binaan.

25 warga binaan yang dipindah tersebut berasal dari blok A, B, C dan D. Pemindahan berjalan lancar, meski sempat terjadi penolakan pemindahan dari dua orang warga binaan. Mereka juga mencaci maki petugas karena pemindahan tersebut.

Kepala Lapas Banjar, Drs. Dadang Sudrajat, M.Si., saat dikonfirmasi HR Online, membenarkan, bahwa pemindahan ke 25 warga binaan tersebut, dikarenakan kekurangan personil di Lapas Kelas 3B Kota Banjar.

“Ini perintah dari Kadivpas. Bertujuan untuk mengurangi kapasitas warga binaan di Lapas Banjar, karena disini kekurangan tenaga petugas,” jelasnya. (Hermanto/R1/HR-Online)