Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita CiamisMUI dan Pemerintahan di Banjarsari Ciamis Deklarasikan Berantas Miras

MUI dan Pemerintahan di Banjarsari Ciamis Deklarasikan Berantas Miras

Foto: Ilustrasi/ist net

miras

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Buntut dari banyaknya nyawa melayang akibat minuman keras (miras) oplosan yang terjadi di beberapa daerah belakangan ini, membuat tokoh masyarakat dan pemuka agama di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, melakukan antisipasi agar peristiwa itu tidak terjadi di daerahnya.

Mereka pun bersama pihak kepolisian langsung mendeklarasikan penolakan terhadap miras agar tidak beredar di wilayah Kecamatan Banjarsari. Acara deklarasi itu berlangsung di Kantor Kecamatan Banjarsari, Selasa (10/12/2014). Dalam acara itu tampak hadir Camat Banjarsari, Kapolsek Banjarsari, Danramil, Perangkat Desa, Ketua MUI Banjarsari serta jajaran tokoh masyarakat dan ormas lainnya.

Kapolsek Banjarsari, Kompol Ucu Hartono SH, mengatakan, deklarasi ini merupakan bentuk keprihatinan masyarakat Banjarsari dan perlawanan terhadap keberadaan miras. “ Di Banjarsari ada 4 titik penjual miras dan semuanya sudah habis kita babat dan barang-barangnya sudah kita amankan,” katanya.

Camat Banjarsari, Drs. Krisna Gunawan, mengatakan, deklarasi penolakan terhadap miras merupakan bentuk perang secara nyata. Menurutnya, walaupun wilayah Banjarsari cukup luas, namun jika dibarengi oleh kebersamaan semua pihak, maka peredaran miras di Banjarsari bisa diberantas.

“Kami juga menghimbau kepada jajaran perangkat desa agar lebih mewaspadai peredaran miras di wilayahnya masing-masing. Apabila ditemukan ada peredaran miras atau narkoba, maka jangan segan-segan untuk segera melaporkan ke pihak yang berwajib,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Banjarsari, Holil Hedar, mengungkapkan, generasi muda harus terbebas dari segala bentuk miras dan narkoba. Untuk mewujudkan itu, kata dia, harus ada peran serta orang tua dalam mengawasi anak-anaknya dalam bergaul.

“Dalam memberantas miras ini, tidak cukup dengan dilakukan penindakan oleh aparat kepolisian saja, tetapi orang tua juga harus mengawasi dan mendidik anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas,” tegasnya. (Ntang/R2/HR-Online)