Minggu, Agustus 14, 2022
BerandaBerita PangandaranPendemo KPB Sentil Pejabat Pangandaran Lewat Aksi Teatrikal

Pendemo KPB Sentil Pejabat Pangandaran Lewat Aksi Teatrikal

Kelompok seniman Pangandaran menampilkan aksi teatrikal, di sela-sela aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pangandaran, Kamis (11/12/2014). Foto-foto: Madlani/HR

DSC_0808

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Di sela-sela aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pangandaran, Kamis (11/12/2014), kelompok seniman Pangandaran di bawah pimpinan Agus Jimo, yang ikut bergabung dengan ribuan massa Koalisi Pangandaran Bersatu (KPB), menampilkan aksi teatrikal. Tema atau subtansi dalam teatrikal tersebut sepertinya ingin menyentil para pejabat di Pemkab Pangandaran.

Dengan dibantu oleh 6 seniman lainnya, Agus Jimo memainkan teatrikalnya dengan dibumbui aksi konyol dan kocak. 6 seniman yang menjadi peran pembantu, masing-masing memiliki peran tokoh.

Tokoh pertama memerankan seorang pejabat yang haus jabatan. Tokoh kedua berperan sebagai kuli kesenian. Tokoh ketiga memerankan sosok pejabat ABS atau Asal Bapa Senang. Tokoh keempat memerankan sosok mafia anggaran. Tokoh kelima memerankan sosok broker kebudayaan. Tokoh terakhir memerankan sosok pejabat kebetulan.

Di tengah aksinya, Agus Jimo pun mencangkul tanah di depan halaman kantor Bupati. Dia tampaknya khendak membuat sebuah kuburan manusia. Setalah selesai menggali lubang, kemudian bungkusan karung yang dibawa oleh 6 tokoh pembantu dimasukan ke lubang kuburan tersebut.

DSC_0809

Setelah berhasil dikubur, mereka langsung melakukan prosesi layaknya tengah memakamkan jenazah manusia. “Makna dari teatrikal ini mengajak kepada para pejabat di Pemkab Pangandaran agar tidak berbuat aji mumpung saat mengemban jabatan. Karena pada akhirnya semua manusia akan mati. Hanya amalan kebaikan yang akan dibawa kelak ke alam akherat,” kata Agus Jimo mengutarakan maksud dari teatrikalnya.

DSC_0825

Agus Jimo pun mempertanyakan komitmen Pemkab Pangandaran dalam mengembangkan seni dan budaya Pangandaran. “Sesuai dengan visi dan misi Pangandaran sebagai daerah berbasis wisata, apakah ada kesungguhan dari pemerintah Pangandaran dalam mengangkat seni dan budaya daerahnya,” teriaknya.

Agus Jimo menegaskan pengembangan seni dan budaya di Pangandaran, termasuk Dewan Keseniannya, dinilainya mandeg dan tidak ada kesungguhan untuk maju. (Mad/R2/HR-Online)