Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita Pangandaran(Pilkada Pangandaran) Kang Jeje Pulang Kampung

(Pilkada Pangandaran) Kang Jeje Pulang Kampung

Calon Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, bersama Istri, Hj. Ida Nurlaela. Foto: Istimewa

Foto Berita 1

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

H. Jeje Wiradinata, lahir di Pangandaran, tanggal 14 Februari 1965. Anak kedua dari pasangan Djuha Suhada (alm) dengan Ny. Arsih Suwarsih. Dari kecil dia dibesarkan oleh Bapak Koco.

Masa kecilnya dihabiskan di  Pangandaran. Mengenyam pendidikan dari SD sampai SMP di Pangandaran. Seterusnya, Jeje Wiradinata, sekolah di  SMA Negeri I Ciamis. Kuliah di Akedemi Usaha Perikanan Jakarta, tamat tahun 1987.  Bidang perikanan menjadi pilihan kuliahnya, karena kehidupannya dari kecil hingga remaja, tak lepas dari laut dan ikan.

Jeje pernah menekuni usaha pembibitan udang di tanah kelahirannya. Namun, dia juga tertarik masuk ke dunia politik. Pemilu tahun 1999, dia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Ciamis. Ketika duduk di legislatif, Jeje merupakan salah satu bintangnya. Karena sikap kritis terhadap pemerintahan dan lurus.

Pemilu tahun 2004, dia kembali terpilih di legislatif. Saat itu, Jeje menjadi Ketua DPRD Ciamis. Masa kepemimpinan di DPRD Ciamis, dia mampu melakukan efesiensi anggaran. Termasuk yang paling hemat anggaran dewannya di Indonesia.

Jeje juga berhasil menggoalkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Madrasah Diniyah, program percepatan infrastruktur pedesaan dan adanya alokasi pengobatan warga miskin di RSU.

Ketika menjadi Pimpinan DPRD Ciamis itu, Jeje yang mengetok palu untuk persetujuan Pangandaran menjadi daerah otonom. Dia juga terus berjuang lewat jalur politik agar Pangandaran bisa mandiri menjadi sebuah kabupaten.

Jeje juga dipercaya menjadi Ketua HNSI Kabupaten Ciamis/Pangandaran. Serta diminta untuk menjadi Ketua KUD Nelayan yang bangkrut. Kini KUD Pangandaran menjadi sehat dengan total produksi Rp 22 miliar untuk tahun 2012. Dan untuk tahun 2013 total produksi di angka lebih dari Rp 30 miliar.

Jeje mampu menyehatkan koperasi tersebut. Padahal saat itu hampir karam. Tempat pelelangan ikan yang sudah mati pun, kembali dihidupkan.

Jeje aktif juga di lingkungan keluarga besar NU sebagai Muthasyar MWC Pangandaran. Kang Jeje—demikian dia akrab disapa—juga dipercaya menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Islam Pangandaran dengan memiliki Sekolah Aliyah Miftahul Huda.

Menikah dengan Ibu Ida Nurlaela pada tahun 1990. Memiliki dua putra Pratiwi Ariefianti Nurhikmaah, mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed dan Moch Arif Hikmawan, pelajar SMA. Jeje sosok sederhana dan merayat. Kini Ketua DPC PDI Perjuangan sejak tahun 2005 hingga sekarang, telah teruji sebagai politisi yang handal.

Mulai tanggal 6 April 2014, mendampingi Iing Syam Arifin sebagai Wakil Bupati Ciamis. Begitu menjadi wakil bupati, dia berlari. Langkah awal yang dilakukan yaitu pergi ke Sragen, Jawa Tengah. Jeje mempelajari unit cepat penanggulangan kemiskinan. Sragen dipilih, karena daerah itu terbaik dalam pelayanan dan penanggulangan kemiskinan.

Pola itu akan diadopsi di Ciamis. Dia ingin masalah kemiskinan menjadi garapan serius. Mulai tahun 2015, unit cepat pelayanan kemiskinan akan diluncurkan di Ciamis. Bersama Iing Syam Arifin, juga akan membebaskan biaya beras raskin.

Perhatian ke petani juga sangat besar. Ketika pupuk langka atau hilang dari pasaran, dia bergerak cepat. Mengumpulkan distributor, lalu datang langsung ke Pupuk Kujang di Karawang. Setelah itu, Jeje pergi ke Kementrian Pertanian untuk menuntaskan masalah pupuk. Langkahnya berhasil, karena Ciamis dapat tambahan jatah pupuk subsidi.

Dia juga dalam waktu beberapa bulan mampu menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Ciamis. Sehingga, PAD daerah ini meningkat sangat tajam. Fokus pembangunan juga dikawal secara tepat, sehingga infrastruktur, penguatan ekonomi, pelayanan kesehatan dan pendidikan jadi prioritas.

Tentu kiprah Jeje akan maksimal, kalau saja dia kembali ke Pangandaran. Kembali ke kampung halamannya untuk menata, merancang Pangandaran ke depan. Kalau saja, langkah awal di Ciamis dia mampu membawa angin perubahan. Maka hal serupa bisa dilakukan di Pangandaran, kalau dia mendapatkan kepercayaan warga Pangandaran untuk menjadi Bupati Pangandaran.

Bagi Kang Jeje pulang ke Pangandaran merupakan panggilan hati dan rasa sayang atau nyaah ka lembur. Jangan sampai, dia disebut “Kebo Mulih Pakandangan”. Artinya pulang kampung saat tak produktif atau saat pensiun. Saat tak memberikan kontribusi untuk masyarakat. Atau hanya dikubur saat meninggal.

Makanya, Kang Jeje ingin dan harus berbuat terbaik bagi Kampung halamannya yaitu Kabupaten Pangandaran, saat dia masih produktif. Dengan segala kemampuan dan pengalaman serta komitmen untuk kemajuan Pangandaran.

Bagi Kang Jeje, pulang kampung halaman adalah Lembur Matuh banjar Kalang Pamidangan. Dia yakin, Pangandaran dengan segala potensinya, bisa maju. Jika direncanakan dan ditata, lalu dikelola secara tepat. Hanya dalam waktu 10 tahun ke depan, Pangandaran akan menjadi daerah termaju di Jawa Barat, seperti halnya Badung di Bali. (Mad/Koran-HR)

Berita Terkait

Jeje Wiradinata Daftar Calon Bupati Pangandaran PDIP

Bupati Ciamis Sudah Restui Jeje Ikut Berlaga di Pilkada Pangandaran

Asep: Kebijakan Pro Rakyat di Ciamis Banyak dari Buah Pemikiran Jeje Wiradinata

Ini Alasan Jeje Wiradinata Ikut Bertarung di Pilkada Pangandaran

Jeje Nyatakan akan Menggandeng H. Adang Sandaan di Pilkada Pangandaran

Jeje: Saya akan Bertemu dengan Penjabat Bupati Pangandaran