Selasa, Agustus 16, 2022
BerandaBerita PangandaranPohon Tumbang di Jalan Emplak Pangandaran Hantam Warung dan Mobil

Pohon Tumbang di Jalan Emplak Pangandaran Hantam Warung dan Mobil

Sebuah warung yang berada di Jalan Emplak, di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, rusak setelah tertimpa pohon besar, Sabtu (27/12/2014) sore. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

NTANG_271214_POHON TIMPA WARUNG DAN MOBIL 1 TEWAS 2 TERLUKA_3 003 (1)

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Akibat diguyur hujan deras seharian, sebuah pohon berukuran besar dilaporkan tumbang, di jalan Emplak Kecamatan Kalipuacang, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (27/12/2014) sore. Naas, pohon tumbang itu menimpa sebuah warung serta kendaraan umum bak terbuka yang melintas di jalan Emplak.

Kapolsek Kalipucang, AKP Badri, membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan, akibat sebuah warung hancur tertimpa pohon besar, pemilik kini mengalami kerugian sekitar Rp. 10 juta. Sementara kerugian mobil bak terbuka yang tertimpa pohon belum diketahui. Hanya, mobil itu mengalami penyok di bagian body depannya.

“Dengan adanya peristiwa ini, kami menghimbau kepada pengendara yang akan melintas jalan Emplak, agar waspada terhadap kemungkinan terjadinya kembali pohon tumbang,” ujarnya, kepada HR, tadi sore.

Badri pun membenarkan bahwa di sepanjang jalan Emplak banyak terdapat pohon besar yang usianya sudah tua. Pohon itu, lanjut dia, bisa dimungkinkan roboh di saat hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kalipucang. “ Hujan deras terjadi hingga seharian. Dan kondisi ini yang menyebabkan pohon tersebut roboh. Mungkin karena tergerus aliran air bawah tanah,” ungkapnya.

Dari pantauan HR di lokasi, setelah terjadi pohon tumbang, petugas kepolisian dan TNI dari Koramil Kalipucang, tampak disibukan mengevakuasi reruntuhan pohon yang tumbang. Pohon yang tumbang itu menghalangi badan jalan, sehingga mengakibatkan kemacetan dan antrian panjang kendaraan, baik dari arah Kalipucang menuju Pangandaran ataupun sebaliknya.

Petugas kepolisian dan TNI yang dibantu warga, terus berjibaku memotong pohon besar yang tumbang dengan gergaji senso kayu. Proses evakuasi pohon pun berlangsung sekitar kurang lebih satu jam. (Ntang/R2/HR-Online)