Kamis, Agustus 11, 2022
BerandaBerita CiamisPuluhan Rumah Retak-retak, Warga Darmacaang Cikoneng Ciamis Cemas

Puluhan Rumah Retak-retak, Warga Darmacaang Cikoneng Ciamis Cemas

Rumah warga yang berada Dusun Subang RT 14/RW 04 Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, mengalami retak-retak akibat terjadi pergeseran tanah, Senin (29/12/2014). Foto: Heri Herdianto/HR

Puluhan Rumah Retak-retak, Warga Darmacaang Cikoneng Ciamis Cemas

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sedikitnya 49 rumah warga yang berada Dusun Sorok RT 02/ RW 01 dan Dusun Subang RT 14/RW 04 Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah.

Dari jumlah tersebut, 16 diantaranya mengalami rusak berat dan membuat penghuni rumah kini merasa was-was, karena khawatir suatu waktu bangunan rumahnya ambruk.

Menurut keterangan dari Pemerintah Desa setempat, rumah warga yang terdampak akibat pergeseran tanah ini sudah mengalami kerusakan dari April 2013 lalu. Namun, kerusakan sebelumnya belum terlalu parah.

Menyusul musim hujan melanda wilayah Ciamis dalam sepekan terakhir ini, membuat pergeseran tanah kembali terjadi. Kerusakan rumah warga kini semakin parah. Bahkan, ada beberapa rumah yang nyaris ambruk.

Warga yang terkena dampak pun pernah memperbaiki retak-retak pada bagian dinding rumahnya. Namun, baru diperbaiki, kondisi dinding rumah kembali retak-retak. Bahkan, kini lebih parah lagi, lantai rumah warga merekah dan menonjol kepermukaan serta bangunannya terlihat miring dari luar.

Menurut warga setempat yang terkena dampak, Enda, pergeseran tanah saat ini sudah semakin parah. Tak hanya mengalami retak-retak pada bagian dinding saja, tetapi lantai rumah pun ikut retak dan kini menonjol kepermukaan.

“Jika lantai tiba-tiba retak, suara gemuruh terdengar dari dalam tanah. Tak lama kemudian terdengar bunyi bletak-bletak di lantai. Kemudian tak lama terlihat ubin lantai sudah pecah dan beberapa ubin diantaranya menonjol kepermukaan,” ujarnya, Senin (29/12/2014).

Enda pun berharap ada bantuan dari pemerintah untuk merelokasi rumah warga setempat yang terdampak akibat bencana pergeseran tanah. Karena, menurutnya, apabila kondisi ini dibiarkan, tidak tertutup kemungkinan banyak rumah warga yang suatu saat akan mengalami ambruk.

“Rumah yang terdampak pergeseran tanah sudah tidak layak huni. Warga harus segera direlokasi sebelum terjadi bencana yang lebih parah,” katanya.

Dari pantauan di lapangan, selain bangunan rumah, sebuah mesjid yang berada di daerah itu pun ikut terkena dampak pergeseran tanah. Terlihat, ubin lantai mesjid merekah dan bak pencucian kaki temboknya belah. Selain itu, tanah di pekarangan mesjid pun terlihat amblas sepanjang 40 centimeter.

Tebing di dekat pemukiman warga pun terlihat terbelah sekitar 1,5 meter. Jalan aspal pun terlihat mengalami retak-retak dan terancam tanahnya amblas. (Her/R2/HR-Online)