Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita TerbaruSoal Penyelesaian Dualisme Partai Golkar, Agun Berikan Persyaratan

Soal Penyelesaian Dualisme Partai Golkar, Agun Berikan Persyaratan

Ketua DPP Partai Golkar versi Munas Ancol, Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.,Ip.,M.Si

agun

Jakarta, (harapanrakyat.com),-

Kepengurusan Partai Golkar versi Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Ancol menyatakan sangat menghormati dan menghargai keputusan pemerintah yang menyatakan kedua Munas yang digelar di Bali dan Ancol itu syah.

Ketua DPP Partai Golkar versi Munas Ancol, Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.,Ip.,M.Si, menyampaikan beberapa persyaratan yang harus ditempuh untuk menyelesaikan masalah antara kedua kubu di internal Partai Golkar. “Kami pada prinsipnya terbuka,” kata Agun, dalam keterangan persnya, yang dikirim ke redaksi HR Online, Rabu (18/12/2014).

Namun begitu, kata Agun, ada beberapa hal yang terlebih dahulu harus diselesaikan, yaitu berkaitan dengan perbedaan substansi yang dihasilkan, seperti soal KMP-KIH, Pemilihan Pilkada lewat DPRD atau Pemilihan Langsung (Rakyat), dan soal Penyeimbang atau Pendukung Pemerintah.

Menurut Agun, untuk menguji hal itu, instrumen hukum AD/ ART dan Doktrin Karya dan Kekaryaan harus digunakan. Pihaknya mengaku siap berunding, dan melakukan rekonsialisasi atau penyelesaian di internal. Tapi, lanjut Agun, hal itu tidak selesai pada terbentuknya satu kepengurusan saja. Belum lagi membicarakan forum yang akan digunakan untuk membahas hal itu.

“Apakah cukup melalui mahkamah Partai? Saya berpendapat tidak bisa karena bukan semata soal kepengurusan tapi persoalan substansi, persoalan pelanggaran AD/ART Partai dan Pelanggaran Doktrin Partai. Jadi harus ada forum lain yang derajat dan tingkatan yang sama kekuatan hukumnya dengan Munas,” tandasnya.

Tapi sebelum melangkah kesana, tambah Agun, persoalan penyelesaian internal ini harus terlebih dahulu menyepakati dasar, prinsip, personil, materi atau substansi dan agendanya, baru memutuskan forumnya apa, yang pijakan hukumnya tetap AD/ ART dan Doktrin Partai Golkar. (Deni/R4/HR-Online)