Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita BanjarTahun 2015, Pembangunan Situ Leutik Banjar Dilanjut

Tahun 2015, Pembangunan Situ Leutik Banjar Dilanjut

Pemerintah Kota Banjar rencananya akan melanjutkan kembali pembangunan kawasan Situ Leutik, yang terletak di Desa Cibeurem, Kec. Banjar. Foto: Nanang S/HR.

Pemerintah Kota Banjar rencananya akan melanjutkan kembali pembangunan kawasan Situ Leutik, yang terletak di Desa Cibeurem, Kec. Banjar. Foto: Nanang S/HR
Pemerintah Kota Banjar rencananya akan melanjutkan kembali pembangunan kawasan Situ Leutik, yang terletak di Desa Cibeurem, Kec. Banjar. Foto: Nanang S/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pada tahun 2015 mendatang, rencananya Pemerintah Kota Banjar akan melanjutkan kembali pembangunan kawasan Situ Leutik, yang lokasinya berada di Desa Cibeureum, Kec. Banjar.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Banjar sebagai perencana makro, mempunyai konsep bahwa kawasan Situ Leutik selain menjadi sumber air baku, juga akan dimanfaatkan irigasi (pengairan), perikanan, hutan kota (konservasi lingkungan), dan wisata air.

“Semua potensi itu perlu diurai, yaitu Fasum harus disiapkan, agar tercipta Forgather dan Comportable. Artinya, publik tertarik berkumpul dan betah melakukan sesuatu dengan nyaman,” kata Sekretaris Bappeda Kota Banjar, Asep Setiadi, saat ditemui HR, di ruang kerjanya, Kamis (27/11/2014).

Untuk mewujudkannya, maka sejumlah OPD terkait sebagai bidang teknis, harus segera membuat perencanaan mikro yang matang, serta mampu berfikir inovatif, bagaimana caranya publik mau berkumpul di kawasan tersebut.

Tidak mungkin hanya Bappeda saja, sebab pihaknya hanya perencanaan secara makro, jadi butuh konsep komprehensif dari setiap OPD terkait, yaitu Distan, Dinas PU, Dishubkominpar, DCKTLH, Disperindagkop dan lainnya. Sehingga, ada keterpaduan untuk merekayasa Situ Leutik, bagaimana daya ungkit atau daya tarik berkunjung bisa tercipta.

“Fasilitas yang sudah dirancang secara bertahap oleh setiap OPD tekhnis segera dilakukan, misal dibangun tandon air atau pengairan, sebagai bumi perkemahan atau camping area, play group area, jogging track, gazebo, cottage, wahana flying fox atau wahana outbond, serta wahana wisata air seperti perahu dan dayung,” jelas Asep.

Selain itu, perlu dirancang pula oleh Disperindagkop, yakni peluang menciptakan Usaha Ekonomi Produktif di kawasan Situ Leutik. Pasalnya, jika fasilitas sudah memadai, jelas peluang usaha untuk berdagang akan muncul dengan sendirinya.

Kemudian, Dishubkominpar harus lebih intensif lagi mensosialisasikan obyek wisata tersebut. Intinya, setiap OPD terkait jangan hanya diam, tapi harus sama-sama bergerak. Namun, tentunya dengan memperhatikan ketersediaan anggaran.

“Insya Allah, daya ungkit Situ Leutik bisa melebihi Situ Mustika yang sudah ada. Dengan syarat, bagaimana bisa menciptakan konsep Situ Leutik menjadi something, Interesting, satisfation, dan wolfare. Pegang empat kunci itu,” tandasnya.

Menurut Asep, tidak ada salahnya juga dipublikasikan oleh media massa, Situ Leutik direkayasa ada wahana ritual seperti halnya keberadaan Situ Lengkong, Panjalu, Ciamis, banyak dikunjungi karena ada wahana ritualnya.

Hal lainnya, sesuai dinamika kota, obyek wisata tempat berkumpulnya publik bisa dijadikan tempat pojok pasangan kawula muda. Dengan begitu, maka lengkap-lah Situ Leutik nantinya akan menjadi kawasan wisata baru di Kota Banjar, tanpa melupakan penunjang infrastruktur di dalamnya, sesuai konsep awal.

Upaya menuju ke arah itu, harus ada keseriusan dari setiap komponen OPD terkait, untuk bersama-sama membuat penganggaran di setiap tahunnya guna menuntaskan pekerjaan yang telah direncanakan. Serta, perlu dipikirkan pula, nantinya siapa yang akan menjadi pihak pengelola kawasan wisata tersebut.

“Tak kalah penting lagi, kami meminta keberlanjutan pembangunan penataan Situ Leutik perlu adanya dorongan dan sokongan dari semua komponen masyarakat Banjar, termasuk media massa harus ikut berperan mempublikasikannya,” harapnya.

Asep menyebutkan, untuk tahun 2015, rencananya pembangunan lanjutan penataan kawasan Situ Leutik yang akan dilakukan yaitu penataaan hutan lindung, atau konservasi alam sebagai fungsi penghijauan dengan pohon pelindung, dilengkapi aneka tanaman buah-buahan yang dikerjakan oleh Bidang Lingkungan Hidup DCKTLH, serta penataan irigasi oleh Bidang PSDA Dinas PU.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Kota Banjar, Edi Djatmiko, beberapa waktu lalu mengatakan kepada HR, bahwa pembangunan kawasan Situ Leutik akan terus dilakukan. Termasuk pembangunan fasilitas jogging track direncanakan akan dibangun di tahun 2015 melalui DCKTLH.

Anggota DPRD Kota Banjar dari Fraksi Hade, Budi Sutrisno, mengaku setuju pembangunan kawasan Situ Leutik segera dilanjutkan. “Agar tidak mubadzir sarana yang sudah dibangun, jelas harus dilanjutkan pembangunan pendukung lainnya. Bahkan sudah menyerap dana milyaran dari APBD Kota Banjar,” kata Budi. (Nanang S/Koran-HR)