Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita PangandaranUrai Kemacetan, Warga Batukaras Pangandaran Bangun Jalan

Urai Kemacetan, Warga Batukaras Pangandaran Bangun Jalan

Pembuatan jalan alternatif sepanjang 2 kilometer dengan lebar mancapai 8-10 meter di Blok Legok Pari, Kec. Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Photo: Asep Kartiwa/HR.

IMG_8484

 

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Menjelang liburan tahun baru 2015, warga Batukaras, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, berharap jalan menuju ke kawasan objek wisata Pantai Batukaras, tepatnya di Blok Legok Pari, Kec. Cijulang, Kabupaten Pangandaran, tidak lagi mengalami kemacetan seperti saat musim liburan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut tokoh masyarakat Batukaras, Ayi, bahwa masyarakat di daerah tersebut rela mengorbankan tanah miliknya, serta bergotong-royong menggalang dana untuk pembuatan jalan alternatif sepanjang 2 kilometer dengan lebar mancapai 8-10 meter.
Dari hasil pantauan HR Online di lapangan, Jum’at (26/12/2014), terlihat sejumlah alat berat sedang bekerja memadatkan jalan dan mengupas beberapa bagian bukit yang belum tertata.

“Jalur ini dibuat dengan dua tujuan, yaitu memperluas area tampung evakuasi tsunami, karena kita tidak tahu kapan ada bencana tsunami datang, dan kedua adalah sebagai pengaturan lalu-lintas agar tidak terjadi kemacetan,” kata Ayi.

Dia juga menyebutkan, awalnya jalan tersebut merupakan akses warga menuju ke kebun. Namun, ketika ada program Rekompak akhirnya dijadikan jalur evakuasi tsunami, kerena memang posisinya berada di perbukitan. Kemudian, warga pun berinisiatif untuk membangun jalan itu sebagai area evakuasi tsunami dan penataan laul-lintas wisata.

Sampai saat ini jalur yang dibuat baru jalur pembuka saja, dan itu sangat memungkinkan untuk membuka jalur lain, misalnya jalur Tanjakan Heuras, Panireman sampai jalur ke daerah Cimerak.

Menurut Ayi, jalan tersebut dapat dipakai saat terjadi kemacatan, tapi hanya untuk kendaraaan kecil dan sepeda motor. Walaupun sudah layak digunakan, namun pihak pengelola tidak akan bertanggung jawab jika terjadi kecelakaan.

Sedangkan terkait pengaturan lalu-lintas, pihak pengelola jalan menyerahkan sepenuhya kepada pihak terkait. Adapun kelompok masyarakat yang ikut dalam pengelolaan jalan itu diantaranya Kompepar Batukaras, Karang Taruna Batukaras, Batukaras Surfing Club (BSC), serta beberapa pengusaha.

“Warga Batukaras berharap pemerintah dapat melanjutkan rencana yang telah dimulai oleh kita. Karena ini merupakan terobosan yang sangat bagus. Pemerintah jangan hanya bertindak sebagai penonoton, namun harus dapat memfasilitasi ide-ide potensial yang berkembang di masyarakat,” pungkas Ayi. (Askar/R3/HR-Online)