Senin, Agustus 8, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariAPDESI Dukung Wacana Pemekaran Wilayah Banjarsari Ciamis

APDESI Dukung Wacana Pemekaran Wilayah Banjarsari Ciamis

Kawasan Perkotaan Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis. Foto: Ist/Net

banjarsari

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, mendukung wacana pemekaran Kecamatan Banjarsari. APDSI menilai, saat ini wilayah Banjarsari terlalu gemuk, meliputi 22 desa, dengan luas wilayah mencapai 16.262 kilometer dan jumlah penduduk mencapai 104.091 jiwa.

Ketua APDESI Banjarsari, Dedi Sugiarto, SP., Senin (12/1/2015), ketika dihubungi HR, via telepon selulernya, mengatakan, di Kabupaten Ciamis, Kecamatan Banjarsari merupakan wilayah yang paling luas dan memiliki penduduk paling banyak.

Dedi juga menganggap, wilayah Banjarsari sudah selayaknya dimekarkan menjadi dua kecamatan. Apalagi, Desa Cigayam terdapat eks kemantren, yang notabene dipersiapkan untuk kecamatan. Menurut dia, kalau saja tidak segera dimekarkan, pembanggunan di tingkat pemerindatah desa, baik itu infrastruktur atau pembangunan lainnya dipastikan bakal lamban. Buktinya, saat ini akses jalan menuju Pasawahan belum juga diperbaiki.

Lebih lanjut, Dedi berharap, melalui pemekaran kecamatan, program pembangunan bisa diarasakan secara merata oleh masyarakat. Selain itu, pembangunan di tingkat pedesaan juga bisa mengalami percepatan.

“Yang penting saat ini, semua berharap kepada Pemkab Ciamis untuk secepatnya merealisasikan pemekaran Kecamatan Banjarsari. Nanti kalau sudah mekar, baru kita melihat kedepan, mau dibawa kemana kecamatan induk dan kecamatan baru ini. Apalagi Banjarsari kecamatan terjepit oleh 2 wilayah, Kabupaten Pangandaran dan Kota Banjar,” ucapnya.

Senada dengan itu, Kepala Desa Cikupa, Endi, ketika dihubungi lewat telepon selulernya, mengaku sangat berharap kepada Pemkab Ciamis untuk memberikan bimbingan sderta arahan, agar rencana pemekaran kecamatan tersebut segera terwujud.

“Kami (kepala desa) tidak akan mempermasalahkan soal kedudukan pusat kecamatan dan lainnya, yang kami pikirkan adalah bagaimana caranya pengajuan pemekaran jangan tertunda lagi dan jangan gagal lagi seperti yang sudah-sudah,” katanya.

Kepala Desa Cigayam, Dodi, mengaku sudah sejak lama menginginkan pemekaran wilayah Kecamatan Banjarsari. Dia beralasan, dalam hal pembangunan, selama ini Cigayam selalu ketinggalan dari daerah lain. Salah satu contohnya, jembatan Cihideung yang sampai saat ini dibiarkan dalam kondisi rusak.

“Memang wacana pemekaran ini sudah bergulir sejak lama,” katanya.

Eni, tokoh masyarakat Cigayam, dari Dusun Pangadegan, RT 01 RW 021, membenarkan wacana pemekaran yang sudah bergulir sejak lama itu. Sebagai warga biasa, Eni mengaku ingin agar pembangunan betul-betul merata. (Andri/Koran-HR)