Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita CiamisAPTI Ciamis Prakarsari Budaya Membaca di Kalangan Petani

APTI Ciamis Prakarsari Budaya Membaca di Kalangan Petani

Perpustakaan ‘Ambulu Bebek Baca’ yang dikelola APTI, di wilayah Baregbeg. Photo : Dian Sholeh WP/ HR

APTI Ciamis Prakarsari Budaya Membaca di Kalangan Petani

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Ada sebuah ungkapan menyebutkan bahwa membaca adalah jendela dunia. Dengan membaca, segala simpul informasi, pengetahuan bahkan rahasia dari sesuatu yang disimpan di dalam sebuah buku atau bacaan lainnya, bisa terbuka.

Selain itu, membaca merupakan aktifitas yang sangat penting dalam kehidupan sekarang ini. Untuk membuka jendela ilmu, diperlukan kemampuan membaca. Karena dengan itu, seseorang akan mendapatkan ilmu serta informasi yang diperlukan untuk membangun kehidupannya.

Budaya membaca tersebut ternyata belakangan ini juga sedang terapkan oleh para anggota Kelompok Tani (Poktan) yang tergabung dalam Asosiasi Petani dan Ternak Itik (APTI) Kabupaten Ciamis. Mereka melakukannya di sebuah perpustakaan ‘Ambulu Bebek Baca) yang dikelola APTI, di Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Ketua APTI Kabupaten Ciamis, Engkos, saat ditemui HR, pekan lalu, di area pesawahan yang dikelola APTI, mengungkapkan, membaca sangat penting untuk menambah wawasan dan pengetahuan, terutama anggota APTI yang sehari-hari bergerak di bidang peternakan dan pertanian.

”Makanya, bila ingin membangun kehidupan yang lebih baik, kita harus dan wajib membaca. Karena dengan membudayakan membaca terutama untuk petani dan peternak khususnya APTI, ini bisa menambah wawasan,” ujarnya.

Engkos menuturkan, tidak jarang petani dan peternak anggota APTI selalu menyempatkan membaca buku yang disediakan di perpustakaan ‘Ambulu Bebek Baca’ yang lokasinya berada di areal pesawahan.

”Jujur, kami ingin menggugah para petani agar sadar dan menggunakan pupuk organik, serta menerapkan pola tanam yang baik. Ya tentunya, dengan budaya membaca yang dpirakarsai APTI, mereka mendapat informasi dan kembali menerapkan pola tanam yang baik,” ucapnya.

Melalui budaya membaca itu juga, kata Engkos, para petani bisa memperoleh informasi tentang tata cara penanggulangan hama yang baik dan benar. Selain itu, ketika ada hal yang perlu dibahas, maka petani mendiskusikannya.

Engkos menambahkan, buku-buku bacaan yang tersedia di perpustakaan ‘Ambulu Bebek Baca’ masih tergolong sedikit. Menurut dia, rata-rata buku ada tidak jauh dari masalah pertanian dan peternakan. (DSW/Koran-HR)