Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita BanjarBahas Harga Hadirkan Sucopindo, Pemilik Tanah Perluasan TPAS Banjar Terkesan Cuek

Bahas Harga Hadirkan Sucopindo, Pemilik Tanah Perluasan TPAS Banjar Terkesan Cuek

Pertemuan yang digelar Pemkot Banjar melalui Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (DCKTLH), bersama pemilik tanah, di Ruang Rapat II Setda Kota Banjar, hanya dihadiri 8 orang dari jumlah 37 pemilik tanah. Photo: Nanang Supendi/HR.

pemilik tanah banyak yg tidak hadir

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Meski Pemkot Banjar melalui Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (DCKTLH), telah menggelar beberapa kali pertemuan dengan para pemilik tanah sawah, namun perluasan lahan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cibeureum hingga saat ini belum juga menemui titik terang.

Bahkan, ketika pertemuan lanjutan digelar, Selasa (06/01/2015), bertempat di Ruang Rapat II Setda Kota Banjar, para pemilik tanah banyak yang tidak hadir. Padahal, dalam pertemuan kali ini Pemkot Banjar menghadirkan konsultan penilai harga dari Sucopindo.

Hal itu terlihat, dari sebanyak 37 pemilik sawah, hanya 8 orang yang hadir dalam pertemuan itu. Menurut salah seorang pemilik sawah yang hadir, Ujang Heryadi (50), banyaknya pemilik sawah tidak hadir, dikarenakan saat ini sedang sibuk-sibuknya menggarap lahan sawah.

“Saya sendiri menyempatkan hadir, karena ditunggu Pak Kades. Padahal saya juga sedang berada di sawah,” ujarnya, kepada HR, ketika ditemui usai mengikuti pertemuan.

Selain tengah sibuk menggarap sawah, lanjut Ujang, kemungkinan mereka tak hadir itu karena menganggap pemerintah yang butuh mereka. Jadi, pertemuan sebaiknya tidak perlu dilakukan di Setda, tapi di desa saja.

Kemudian, meskipun dalam pertemuan ini pemerintah menghadirkan dari konsultan penilai harga, namun dirinya bersama warga lain tidak akan menyurutkan niatnya, bahwa lahan sawahnya tidak akan dijual, jika harga yang ditawarkan pemerintah tidak dinaikkan.

“Kami akan tetap bertahan dengan harga yang sebelumnya ditawarkan kepada pemerintah, yaitu sebesar 3,5 juta rupiah per bata. Sedangkan, sesuai harga taksir Sucopindo hanya menyanggupi pembebasan lahan dengan harga 1,3 juta rupiah per-bata untuk sawah, dan 600 ribu rupiah untuk tanah darat,” tukas Ujang.

Sementara itu, Kepala Desa Cibeureum, Yayan Sukirlan, mengatakan, atas ketidakhadiran pemilik tanah, pihaknya pun menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah kota.

“Warga kami saat ini, termasuk pemilik tanah sedang sibuk kerja di sawah. Jadi tidak bisa hadir, karena memang itu pencahariannya yang utama, sehingga tidak bisa ditinggalkan,” kata Yayan.

Dia juga menilai, alangkah baiknya pertemuan untuk memperjelas soal harga tanah tempatnya di Aula Kantor Desa Cibeureum. Adapun waktu yang tepat supaya warga bisa hadir yakni sekitar jam 14.00 WIB atau dilakukan pada malam hari.

Selain masalah tempat, atas nama warga pemilik tanah, Yayan juga memohon kepada Pemkot Banjar supaya melakukan peninjauan ulang, terkait masalah harga yang sudah ditentukan.

“Karena sampai saat ini pemilik sawah masih bersikukuh tidak akan dijual dengan harga yang telah ditentukan pemerintah itu,” jelas Yayan. (Nanang/Koran-HR)