Selasa, Agustus 16, 2022
BerandaBerita BanjarCarut-marut Arus Lalin Kawasan Pasar Banjar

Carut-marut Arus Lalin Kawasan Pasar Banjar

Kesemrawutan kendaraan tampak terlihat di sekitar jalan perempatan Klenteng dan sekitarnya. Photo: Eva Latifah/HR.

Carut-marut Arus Lalin Kawasan Pasar Banjar

 

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Semrawutnya arus lalu-lintas kendaraan di jalan perempatan Klenteng, Jl. BKR/Kantor Pos hingga kawasan Pasar Banjar, dikeluhkan sejumlah para pengguna jalan maupun pedagang di pasar.

Banyaknya kendaraan diparkir bukan pada tempatnya, serta para pedagang kaki lima (PKL) membuka lapak di atas trotoar, menjadi salah satu penyebab carut-marutnya lalu-lintas kendaraan di kawasan tersebut, khususnya pada pagi sampai sore hari.

Hingga saat ini, permasalahan itu belum juga dapat diatasi oleh pihak-pihak terkait. Bahkan, kesemrawutan kian hari semangkin meningkat, seiring dengan perkembangan keramaian di Kota Banjar.

Seperti diungkapkan Tanti Sulistiani (38), salah seorang pengguna jalan saat dijumpai HR di sekitar jalan perempatan Klenteng, Rabu (14/01/2015). Menurut dia, bila akan menyeberang dari arah Jl. Kehutanan/Pasar Banjar menuju ke Jl. BKR, dirinya harus lebih berhati-hati.

“Banyaknya kendaraan, khususnya mobil angkot maupun mobil pribadi yang parkir di depan pertokoan sekitar jalan perempatan, sehingga saya tidak bisa melihat jika ada kendaraan lain datang dari arah Jalan BKR, karena terhalang kendaraan yang parkir,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Tanti, keberadaan kendaraan parkir di sembarang tempat, kerap menimbulkan kemacetan arus lalu-lintas di kawasan Pasar Banjar dan sekitarnya. Kondisi tersebut sering kali memicu terjadinya kecelakaan.

“Makanya harus lebih hati-hati. Bahkan meski kita sendiri sudah berhati-hati ketika menjalankan kendaraan, tapi kalau pengendara lain tidak hati-hati tetap saja bisa menyebabkan kecelakaan. Biasanya puncak keramaian terjadi pada siang hari,” ujar Tanti.

Hal serupa diungkapkan Cucu (47), seorang pejalan kaki yang hendak ke Pasar Banjar. Menurutnya, kesemrawutan lalu-lintas kendaraan yang terjadi di sekitar jalan perempatan Klenteng, hingga kawasan pasar sudah menjadi permasalahan klasik.

“Kenapa dikatakan begitu, karena memang kenyataannya. Semakin kesini bukannya semakin tertib, namun justru sebaliknya.

Cucu menilai, meski rambu larangan parkir dipasang berjejer di kawasan yang seharusnya tertib lalu-lintas, tapi bila tidak dibarengi dengan adanya kesadaran dari para pengguna jalan maupun juru parkirnya, hal itu akan sia-sia.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, tentu pihak pemerintah terkait harus bertindak tegas terhadap siapa saja yang terbukti melanggar aturan. Jika rambu itu tidak ditaati oleh para pengguna jalan maupun juru parkir, berarti mereka sudah terbukti melanggar aturan, dan harus ditindak tegas oleh pihak berwenang.

Sementara itu, Euis (37), salah seorang pedagang sayuran di Pasar Banjar, mengungkapkan, kurangnya lahan untuk fasilitas parkir kendaraan di kawasan pasar, khususnya untuk kendaraan milik pedagang, membuat dirinya terkadang merasa cemas dengan keamanan kendaraannya.

“Sepeda motor biasa disimpan di tempat parkir di depan pasar. Meskipun ada petugas parkir, tapi rasa khawatir tetap saja ada, karena semakin siang situasi di luar pasar semakin ramai, dan kendaraan yang diparkir semakin banyak. Apalagi sekarang sering terjadi pencurian motor. Kendaraan diparkir depan rumah saja bisa hilang,” tutur Euis.

Berdasarkan hasil investigasi HR di lapangan, masyarakat berharap kesemrawutan di sejumlah titik tersebut bisa segera diatasi oleh pihak-pihak terkait. Sehingga, keamanan, kenyamanan, ketertiban dan keselamatan para pengguna jalan maupun pedagang dapat terjamin. (Eva/Koran-HR)