Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita CiamisDi Ciamis, Tiupan Angin Kencang Nyaris Robohkan Tiang Listrik

Di Ciamis, Tiupan Angin Kencang Nyaris Robohkan Tiang Listrik

Tiang listrik yang berdiri di pinggir lahan pesawahan dikhawatirkan roboh lantaran posisinya kini terlihat miring. Photo: Andri Hamara/HR.

IMG_20150115_093614(1)

 

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sebuah tiang listrik yang berdiri di dekat kantor Desa Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dikhawatirkan roboh lantaran posisinya kini terlihat miring. Kemiringan tiang tersebut kemungkinan akibat tiupan angin kencang dan curah hujan tinggi, terlebih lokasi tiang berada di areal sawah yang tanahnya gembur.

Kepala Desa Banjarsari, Ropik Hikmayana, A.Md., kepada HR Online, Kamis (15/01/2015), mengatakan, tiang listrik yang miring itu sudah terjadi cukup lama. Namun, hingga saat ini belum juga ada perbaikan dari pihak PLN.

Padahal, menurut Ropik, pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut ke Kantor Pelayanan PLN Banjarsari.

“Karena takut tiang roboh, jadi kami melaporkan ke pihak PLN. Selain itu, kami juga telah melaporkan ada tiga titik lampu PJU yang mati. Tapi sampai sekarang pihak PLN seakan tidak mendengar pengaduan dari kami, dan membiarkan kondisi tiang dan PJU tanpa ada tindakan,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Regu Kantor Pelayan Tekhnik PLN Banjarsari, Cecep, ketika dihubungi HR Online melalui telephone selularnya, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan tesebut.

“Kami akan segera menugaskan petugas untuk mengecek sekaligus membetulkan lampu PJU yang mati, dengan syarat kalau ada kerusakan dibagian PJU, itu harus dibiayai oleh desa yang bersangkutan,” ujarnya.

Menurut Cecep, jika tidak ada kerusakan, maka pihak PLN hanya bisa membetulkan dan menyambungkan kembali jalur. “Kalau di PJU ada kerusakan, dimohon pihak desa untuk segera melaporkan ke pemda, karena PLN hanya punya kewenangan menyambungkan setrum saja,” katanya.

Sedangkan, mengenai tiang yang sudah miring, Cecep menganggap kemiringan itu masih wajar. Pihak PLN akan membetulkan posisi tiang jika kondisi tanah sawah sudah tidak tergenang air. “Karena harus dikeruk dan dicor, mengingat tanahnya labil,” tukas Cecep. (Andri/R3/HR-Online)