Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita PangandaranDisdikbudpora Pangandaran Agendakan Penerapan Pendidikan Berbasis Pariwisata

Disdikbudpora Pangandaran Agendakan Penerapan Pendidikan Berbasis Pariwisata

Kepala Disdikbudpora Pangandaran, Drs. Sobar Sugema, dalam sebuah kegiatan. Photo: Madlani/ HR

Disdikbudpora Pangandaran Agendakan Penerapan Pendidikan Berbasis Pariwisata

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Pangandaran mengagendakan penerapan pendidikan berbasis pariwisata. Disdikbudpora memiliki tiga konsep untuk merealisasikan agenda tersebut.

Kepala Disdikbudpora Pangandaran, Drs. Sobar Sugema, Selasa (9/12/2014), mengatakan, sebagai sebuah gerbong pemerinatahan daerah, Disdikbudpora harus mengikuti arah dan alur lokomotif, dalam hal ini arah kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Pangandaran.

Menurut Sobar, tiga konsep itu diantaranya, dari pariwisata, pendidikan sebagai bahan pengembangan. Oleh pariwisata, pendidikan sebagai potensi. Untuk pariwisata, pendidikan sebagai pengabdian atau pemeliharaan.

Lebih lanjut, Sobar menyebutkan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Pendidikan pariwisata akan mengadopsi budaya lokal, tempat-tempat indah dan alami sebagai daya tarik, ciri khas seni kedaerahan dan kearifan lokal.

“Sebagai contoh dari pendidikan Pariwisata, soal Pindang gunung, lodeh pakis. Itu harus dikenalkan mulai dari tempat biasa sampai ke tempat yang istimewa. Kaos-kaos kerajinan oleh-oleh khas Pangandaran sebagai cinderamata khas Pariwisata Pangandaran,” tutur Sobar.

Dalam pendidikan kepariwisataan, kata Sobar, sikap sopan santun dan tata krama harus diterapkan di lingkungan pariwisata. Kebersihan di sekolah-sekolah maupun kenyamanan, keindahan, keamanan, dan prilaku siswa. Dengan itu, diharapkan para wisatawan betah dan ingin tinggal lama di Pangandaran.

“Pendidikan ini perlu diterapkan sejak dini, mulai dari sopan santun, etika budaya, sehingga budaya tiap daerah tidak harus sama. Mempunyai ciri khas masing-masing daerah, sebagai Regenerasi pendidikan kepariwisataan, (one village one product), dan kerjasama dengan lingkungan setempat,” tutur Sobar. (Mad/Koran-HR)