Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaBerita BanjarHati-hati! Jalan Balokang-Cibeureum Banjar Rawan Longsor

Hati-hati! Jalan Balokang-Cibeureum Banjar Rawan Longsor

Longsoran tanah tebing tampak menutup sebagian saluran air yang ada di jalan penghubung antara Desa Balokang dengan Desa Cibeureum, Kecamatan/Kota Banjar. Photo: Eva Latifah/HR

Hati-hati! Jalan Balokang -Cibeureum Banjar Rawan Longsor

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Di musim penghujan ini, para pengemudi kendaraan yang biasa melintas di jalan alternatif penghubung antara Desa Balokang dengan Desa Cibeureum, Kecamatan/Kota Banjar, harus lebih berhati-hati.

Pasalnya, selain kondisi jalan terdiri dari tanjakan dan turunan, juga di bagian sisi kiri kanan jalan terdapat tebing dan jurang. Bila curah hujan tinggi, terkadang tanah tebing di lokasi tersebut longsor hingga menutup sebagian badan jalan.

Seperti diungkapkan Inah Rukminah (58), salah seorang warga setempat, ketika dijumpai HR tengah menyabit rumput di sekitar jalan tersebut, Selasa (13/01/2015). “Tebing di sini memang pernah longsor sampai menutup jalan. Untung saja waktu itu tidak ada kendaraan yang lewat. Sekarang juga ada yang longsor, tapi cuma menutup selokan saja,” tuturnya, sambil menunjukkan lokasi yang longsor.

Menurut dia, selain curah hujan tinggi, longsornya tanah tebing di jalan tersebut diperkirakan akibat tanah di bagian atas tebing kurang pepohonan yang memiliki akar kuat.

Hal serupa diungkapkan Maman (53), warga lainnya. Dia mengatakan, warga sekitar rata-rata menanami lahan kebunnya itu dengan tanaman ubi jalar atau singkong. Sehingga, ketika hujan turun deras, akar tanaman tersebut tidak bias menyerap air hujan dengan maksimal.

“Mencegah terjadinya longsor yang lebih parah, sebaiknya tebing itu dibronjongbagian bawahnya, jangan sampai ke atas. Untuk menahan kalau longsor materialnya tidak sampai ke jalan,” katanya.

Guna memastikan perlu atau tidaknya dibangung bronjong, Maman berharap, pemerintah melalui instansi terkait, mengecek terlebih dahulu keadaan tebing jalan penghubung tersebut.

“Kalau ternyata tidak perlu dibronjong, pastinya pihak pemerintah lebih tahu solusi tepat harus seperti apa. Jalan penghubung ini setiap harinya sering dilalui kendaraan, sehingga keamanan pengguna jalan harus diperhatikan,” harap Maman. (Eva/Koran-HR)