Selasa, Agustus 16, 2022
BerandaBerita BanjarKetua K3S Banjar; Penanggulangan HIV-AIDS Harus Tetap Jalan Tanpa Dana Asing

Ketua K3S Banjar; Penanggulangan HIV-AIDS Harus Tetap Jalan Tanpa Dana Asing

Ketua K3S (Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial) Kota Banjar, DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM., didampingi Sekretaris KPA Kota Banjar, Drs. H. Unen Astramanggala, saat bersilaturahmi dengan kader PIKM, KDS ODHA dan pengelola program HIV-AIDS beserta staff Yayasan Mata Hati Kota Banjar. Photo: Eva Latifah/HR.

DSC01596

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Ketua K3S (Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial) Kota Banjar, DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM., Kamis  (08/01/2015), sekitar jam 13.30 WIB, mengunjungi kantor Yayasan Mata Hati Kota Banjar, Jl. Dipatiukur, Kel/Kec. Banjar.

Kunjungan tersebut selain bersilaturahmi dengan lembaga yang selama ini bergerak dalam program penanggulangan dan pencegahan HIV-AIDS, juga sekaligus untuk bertemu dengan Kelompok Dampingan Sebaya (KDS) ODHA yang ada di Kota Banjar, dimana kelompok tersebut sebelumnya telah mendapatkan bantuan dari K3S Kota Banjar.

Acara tersebut dihadiri pula Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Banjar, Sekretaris KPA, Sekretaris Kelurahan Banjar, Kader PIKM, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, Herman Sutrisno, mengatakan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang selama ini dilakukan oleh Yayasan Mata Hati sebagai lembaga swadaya masyarakat, bersama kader masyarakat dalam upaya penanggulangan dan pencegahan HIV-AIDS di Kota Banjar.

“Masalah penanggulangan dan pencegahan HIV-AIDS sebetulnya bukan hanya dilakukan oleh masyarakat saja, tapi harus dilakukan pula oleh pemerintah melalui OPD terkait. Bukan hanya Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial saja, namun juga dinas terkait lainnya, termasuk Bappeda,” kata mantan Walikota Banjar selama dua periode itu.

Dengan akan berakhirnya bantuan dari Global Fund pada tahun 2015, yang selama kurang lebih tiga tahun terakhir ini mendanai Yayasan Mata Hati dalam melaksanakan kegiatan upaya penanggulangan HIV-AIDS di Kota Banjar, ia berharap lembaga tersebut harus tetap bergerak meski bantuan dana asing itu sudah berhenti.

“Sebuah kegiatan tidak akan berjalan tanpa didukung oleh anggaran. Memang benar, bantuan stimulan dari luar negeri tidak akan selamanya. Dan, sebetulnya pemerintah daerah juga bisa menganggarkan untuk kegiatan program penanggulangan HIV-AIDS,” ujarnya.

Bukan hanya dinas terkait saja yang harus memasukkan program tersebut ke dalam rencana anggaran kegiatannya masing-masing, namun keterlibatan Bappeda sebagai perencanaan pembangunan pun sangat diperlukan.

Dengan demikian, kata Herman, program penanggulangan dan pencegahan HIV-AIDS di Kota Banjar harus tetap berjalan, dan pihak yayasan beserta kader masyarakat pun harus tetap bergerak melakukan kegiatan-kegiatan dalam program tersebut, meskipun bantuan dana asing sudah berhenti. Bahkan, dirinya juga berjanji akan membantu untuk mengupayakan agar program tersebut tetap berjalan. (Eva/R3/HR-Online)