Kamis, Juni 30, 2022
BerandaBerita BanjarKota Banjar Krisis SDM Tenaga Kerja?

Kota Banjar Krisis SDM Tenaga Kerja?

Photo ilustrasi.

tenaga kerja

 

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Di Kota Banjar, saat ini tengah mengalami krisis Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di bidang ketenagakerjaan. Dimana para pencari kerja rata-rata ingin bekerja di kantoran atau berharap menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hal itu katakan Kepala Cabang Sinar Mas Kota Banjar, Cecep, kepada HR, ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/01/2015). Menurut dia, penilaian tersebut dibuktikan berdasarkan pelamar yang datang waktu acara Job Fair yang digelar Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Banjar beberapa bulan lalu.

“Terbukti saat mengikuti Job Fair. Pelamar pekerjaan ternyata banyak dari luar Banjar. Bahkan bisa dikatakan yang melamar keperusahaan kami tidak ada warga Banjar,” ujarnya.

Padahal, lanjut Cecep, pihaknya ingin mendahulukan menerima warga Banjar. Tapi entah kenapa hanya segelintir yang berminat. Saat diberi penjelasan kepada pelamar bahwa akan diberi pekerjaan sebagai tenaga pemasaran, mereka menolak posisi pekerjaan yang ditawarkan.

Menurut Cecep, pihaknya memandang mereka belum siap dipekerjakan pada posisi tersebut. Padahal, menjadi tenaga pemasaran merupakan langkah awal menuju kesuksesan dalam meniti karier di perusahaannya.

“Saya buktikan sendiri, sekarang bisa seperti ini, menduduki pucuk pimpinan atau sukses dalam meniti karier diawali dari pengalaman bekerja di lapangan seperti tenaga pemasaran,” tandasnya.

Pihak perusahaan, lanjut Cececp, akan memberikan penghargaan, atau gaji kepada pekerja sesuai dengan Upah Minimum Kota (UMK) Banjar. Namun, para pelamar kerja asal Banjar rupanya tidak tertarik dengan penawaran tersebut.

“Pelamar kerja asal Kota Banjar ingin bekerja di daerahnya, tapi sebagai tenaga kantoran. Alhasil, mereka akhirnya lebih senang bekerja di luar kota, walau pun hanya sebatas pekerja pabrikan,” ungkapnya.

Cecep menilai, hal ini menjadi sebuah tantangan bagi Pemerintah Kota Banjar kedepan, terlebih dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Karena, adanya krisis pengangguran dan krisis kualitas SDM, jelas menjadi sebuah tantangan.

Untuk itu, pentingnya peningkatan kualitas SDM dalam menghadapi MEA 2015 dalam bentuk pemberian pemahaman, atau pelatihan-pelatihan kepada masyarakat yang berkompetensi. (Nanang/Koran-HR)

- Advertisment -