Lewat KKN Tematik, LPPM Unigal Ciamis Prakarsai Bentuk Posdaya

Kampus Unigal Ciamis. Foto: Dokumentasi HR

Lewat KKN Tematik, LPPM Unigal Ciamis Prakarsai Bentuk Posdaya

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Galuh pada tahun ini berencana memprakarsai pembentuk Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang tersebar di 40 desa, di lima kecamatan, di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pembentukan Posdaya itu sendiri dikemas melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik tahun 2015.  

Sekretaris Eksekutif Bidang Pengabdian LPPM Unversitas Galuh, Dr. H. Maman Herman, S.Pd.,M.Pd, pekan lalu, mengatakan, wilayah pembentukan Posdaya itu diantaranya meliputi Kecamatan Sukadana, Rancah, Tambaksari, Rajadesa dan Jatinagara.

“Nantinya, keberhasilan pembentukan Posdaya tersebut, akan menjadi model bagi pengembangan Posdaya-Posdaya di desa lainnya,” kata Maman.

Maman menjelaskan, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posdaya merupakan gagasan baru guna menyambut anjuran pemerintah dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) melalui partisipasi keluarga secara aktif. Proses pemberdayaan itu sendiri diprioritaskan pada peningkatan kemampuan keluarga untuk bekerja keras mengentaskan kebodohan, kemalasan dan kemiskinan dalam arti yang luas.

“Peserta KKN Tematik Posdaya, diikuti oleh 705 mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes). Peserta kemudian dibagi kedalam 40 kelompok, masing-masing kelompok berjumlah sekitar 15-20 orang peserta, dengan jangka waktu kegiatan selama satu bulan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Maman menandaskan bahwa Posdaya merupakan forum komunikasi, silaturahmi, advokasi, penerangan dan pendidikan, sekaligus wadah kegiatan penguatan fungsi keluarga secara terpadu.

“Apabila memungkinkan, nantinya Posdaya bisa dikembangkan sebagai wadah pelayanan keluarga secara terpadu, utamanya pelayanan kesehatan, pendidikan, wirausaha dan pengembangan lingkungan yang memudahkan keluarga berkembang secara mandiri,” ujarnya.

Upaya pemberdayaan yang ditawarkan dalam Posdaya, kata Maman, diarahkan untuk mendukung penyegaran fungsi keluarga, yaitu keagamaan, budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi dan kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Pemenuhan fungsi-fungsi ini pada hakekatnya bermuara pada pemenuhan tujuan dan sasaran pembangunan abad milleneum (MDGs) yang ditetapkan sebagai program pembangunan di Indonesia.

Dalam Posdaya, keluarga yang lebih mampu, kalau perlu dengan pendampingan petugas pemerintah atau organisasi masyarakat, membantu penguatan kemampuan keluarga yang kurang mampu. (Deni/Koran-HR)