Minggu, Agustus 7, 2022
BerandaBerita CiamisLSM Wisma Catat Ada 1440 Lelaki Suka Lelaki (LSL) di Ciamis

LSM Wisma Catat Ada 1440 Lelaki Suka Lelaki (LSL) di Ciamis

Ilustrasi LSL. Foto: Ist/Net

LSM Wisma Catat Ada 1440 Lelaki Suka Lelaki (LSL) di Ciamis

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

LSM Wisma (Wadah Aspirasi dan Partisipasi Masyarakat), lembaga yang bergerak di bidang penanggulangan HIV/AIDS, menemukan fakta mengejutkan saat melakukan pendataan terhadap komunitas yang potensial menjadi mata rantai penularan HIV/AIDS di Kabupaten Ciamis.

Dari hasil pendataan itu, diketahui terdapat 1440 responden berjenis kelamin laki-laki di Kabupaten Ciamis yang memiliki orientasi seksual menyimpang atau homoseksual (Lelaki Suka Lelaki).

Ketua LSM Wisma, Deni Wahyu didampingi Koordinator SSR LSM Wisma, Holis Taufik Aziz, mengatakan, angka komunitas LSL di Ciamis berjumlah 1440 orang ini diperoleh setelah pihaknya melakukan pendataan dengan melibatkan beberapa orang LSL. “Data ini tentu bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Karena orang yang mendatanya adalah dari komunitas LSL sendiri yang kami rekrut sebagai pendata lapangan,” ujarnya, kepada HR, Selasa (13/01/2015).

Deni menambahkan, setelah dilakukan pendataan, kemudian pihaknya masuk ke komunitas LSL ini untuk melakukan pembinaan dalam rangka pencegahan HIV/AIDS dan sekaligus menawarkan kepada mereka untuk dilakukan test VCT.

“Kita mengkategorikan bahwa komunitas LSL ini sebagai kelompok yang paling potensial menjadi mata rantai penularan HIV/AIDS. Karena kontak seksual komunitas ini sangat berisiko tinggi. Selain itu, jika menilik dari sejarah pun bahwa penularan penyakit HIV/AIDS ini berawal dari komunitas LSL,” terangnya.

Deni mengaku awalnya kesulitan untuk mengetahui jumlah komunitas LSL di Kabupaten Ciamis. Karena komunitas ini di Ciamis sangat tertutup. Beda halnya dengan komunitas LSL di beberapa kota besar yang sudah berani menunjukan jati dirinya di hadapan publik.

Namun, lanjut Deni, di Ciamis pun sudah terdapat perkumpulan kaum LSL. Hanya, mereka belum berani terbuka dan berkumpul di tempat publik. “Mereka berkumpulnya di sebuah rumah. Itupun hanya beberapa orang saja. Artinya, komunitas LSL di Ciamis masih berpencar,” ujarnya.

Kondisi itu, kata Deni, berbeda dengan komunitas Waria di Ciamis yang sudah berani tampil di hadapan publik. “Kalau komunitas Waria di Ciamis sudah terbuka. Jumlah mereka ada sekitar 50 orang. Mereka pun sudah berani bersosialisasi dengan masyarakat umum lewat aktivitas olahraga atau ikut menjadi bagian aktivis pencegahan HIV/AIDS,” katanya. (Bgj/Koran-HR)