Senin, November 29, 2021
BerandaBerita PangandaranMasih Misteri! Jenglot, Sosok Manusia atau Binatang?

Masih Misteri! Jenglot, Sosok Manusia atau Binatang?

Ilustrasi Jenglot. Foto: Ist/Net

Masih Misteri! Jenglot, Sosok Manusia atau Binatang

Unik, (harapanrakyat.com),-

Meski digolongkan sebagai kelompok binatang, namun sebagian Masyarakat Indonesia meyakini Jenglot sebagai makhluk yang memiliki kekuatan mistis dan dapat mengundang bencana bagi manusia. Bahkan, tak sedikit pula orang yang mempercayai bahwa binatang aneh ini sewaktu-waktu bisa menghisap darah manusia.

Seperti dikutip dari berbagai litelatur ilmiah, Jenglot adalah binatang yang menyerupai organ tubuh manusia. Ukuran mahluk ini kecil atau sekitar 10-17 cm. Memiliki kulit gelap dengan tekstur kasar menyerupai mumi. Juga berwajah seperti tengkorak, bertaring mencuat dan memiliki rambut serta kuku yang panjang. [Baca juga: Di Makam Keramat Batuhiu Pangandaran Ditemukan Jenglot Bertubuh Manusia]

Jenglot sudah banyak ditemukan di sejumlah daerah di Indonesia. Pertama kali ditemukan di Jawa, kemudian di Kalimantan dan Bali. Konon, Jenglot merupakan binatang yang sangat lambat dalam bergerak. Binatang ini pun tidak dapat bertahan hidup lama. Habitat Jenglot berada di hutan belantara. Ia tinggal dan bersembunyi di pepohonan besar dan rindang.

Binatang ini pun selalu menghindar bertemu dengan binatang lain atau manusia. Makanya, ia sering keluar dari kandangnya di saat malam hari atau ketika suasana sekitar tidak ada mahluk lain.

Jika menilik pada mitos masyarakat Indonesia, Jenglot banyak diyakini memiliki kesaktian atau kekuatan mistis. Bahkan, kekuatan mistisnya dipercaya sebanding dengan dewa wisnu yang memiliki kesaktian luar biasa.

Jika merujuk secara medis, justru Jenglot tidak tergolong makhluk hidup. Karena setelah diteliti oleh tim forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, melalui foto sinar Rontgen, tidak ditemukan unsur tulang atau sebagai penyangga organ mahluk hidup.

Namun, ada temuan lain yang mengejutkan. Dokter Djaja Surya Atmaja dari Universitas Indonesia, sempat melakukan penelitian DNA terhadap lapisan kulit Jenglot. Di luar dugaan, hasil penelitiannya sangat mengejutkan. Betapa tidak, pada lapisan kulit Jenglot ternyata memiliki DNA mirip primata sejenis manusia

Namun sayang, penelitian medis yang dilakukan peneliti dari Unversitas Indonesia itu hanya sampai di sana. Karena pemilik Jenglot tidak mengijinkan tubuh binatang itu dibedah. Alasannya terbentur oleh mistis, karena dikhawatirkan terjadi peristiwa gaib yang dapat membahayakan si peneliti.

Hingga kini, keberadaan Jenglot masih melekat pada cerita dan legenda mistis. Bahkan, tak sedikit orang yang mempercayai bahwa Jenglot adalah sesosok manusia yang meninggal, namun tidak diterima oleh bumi. Dalam istilah mistik disebut bhatara karang. (berbagai sumber/R2/HR-Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru