Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaBerita BanjarPemkot Banjat Tetapkan Aturan Zonasi Toko Modern

Pemkot Banjat Tetapkan Aturan Zonasi Toko Modern

Photo ilustrasi toko modern.

ilustrasi toko modern

 

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Guna membatasi berkembangnya pembangunan mini market yang beroperasi di wilayah Kota Banjar, terlebih berdiri tanpa izin, kini Pemerintah Kota Banjar telah memiliki aturan yang mengikat.

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Banjar, Suryamah, SH, saat ditemui HR di ruang kerjanya, Kamis (08/01/2015), mengatakan, sebagaimana untuk mengatur lebih lanjut Perda Nomor 05 Tahun 2014 tentang Pengelolaan, Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, Walikota Banjar sudah menetapkan Perwal Nomor 24 Tahun 2014, serta Surat Keputusan Zonasi.

“Dengan telah ditetapkannya Perwal tentang Penataan Lokasi dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, serta menetapkan SK Walikota Banjar Nomor 511.21/Kpts.157-Perindagkop/2014 tentang Penetapan Zona Pengembangan Jumlah Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, maka lengkap sudah acuan hukum dalam pembatasan mini market dan sistem zonasi yang harus ditaati,” tutur Suryamah.

Ketaatan aturan tersebut, kata dia, selain harus diperhatikan oleh para pengusaha ritel yang akan mengembangkan usahanya di Kota Banjar, juga menjadi dasar aturan hukum bagi Badan Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) dalam pemberian izin.

Sedangkan, bagi pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), aturan itu menjadi acuan dalam pengawasan barang serta pembinaan pemilik usaha, dan untuk petugas Satpol PP sebagai acuan dalam penertiban mini market illegal.

“Pemkot Banjar membuat aturan penetapan zona tersebut berarti membatasi jumlah toko modern dalam suatu wilayah, dengan membagi wilayah kota dalam beberapa zona dan terbagi dua jenis toko modern, yaitu pengembangan supermarket dan mini market tahun 2014 sampai 2018,” katanya.

Berdasarkan SK Walikota, kuota toko modern sebanyak 72 unit, diantaranya 5 supermarket dan 67 mini market yang tersebar di empat kecamatan se-Kota Banjar. Sedangkan, jumlah eksisting atau yang telah beroperasi saat ini ada 9 toko modern, meliputi 2 unit supermarket dan 7 unit mini market. Sehingga, masih terbuka potensi pendirian toko modern di Kota Banjar.

Sementara ini, toko modern berupa supermarket yang telah beroperasi sesuai zona terdiri dari 2 unit di wilayah Kec. Banjar, yaitu 1 unit berada di Kelurahan Banjar dan 1 unit di Kelurahan Mekarsari.

Sedangkan, untuk mini market ada 7 unit, diantaranya 3 unit di wilayah Kel/Kec. Banjar, 2 unit di wilayah Kecamatan Pataruman, yakni 1 unit berada di Kelurahan Pataruman dan 1 unit di Kelurahan Hegarsari, serta 2 unit di wilayah Kecamatan Langensari, yaitu 1 unit di Kelurahan Bojongkantong dan 1 unit di Kelurahan Muktisari.

“Dengan pembagian zonasi, kami berharap mampu mendorong iklim persaingan usaha tetap sehat. Pembatasan dilakukan tanpa mengesampingkan keberadaan toko modern, karena tetap mengacu pada prinsip keadilan, ketertiban dan kepastian hukum,” katanya.

Pihaknya menilai, pembagian jumlah toko modern berdasarkan zona sangat penting, sehingga keberadaannya bisa dikendalikan. Untuk itu, bagi mini market yang saat ini masih dalam proses perizinan, dihimbau agar segera diselesaikan. Begitu pula bagi yang akan mendirikan masih terbuka lebar, karena potensi dan peluangnya jelas ada. (Nanang/Koran-HR)