Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita BanjarPengunduran Sekdes di Banjar Sesuai Aturan

Pengunduran Sekdes di Banjar Sesuai Aturan

Photo ilustrasi.

sekdes pns

 

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah Sekretaris Desa (Sekdes) berstatus PNS di Kota Banjar, Jawa Barat, mengaku, pengunduran diri mereka bukan semata tidak melihat aturan. Bahkan, permohonan pengunduran dirinya pun telah disampaikan.

Bahkan, permohonan pengunduran dirinya telah disampaikan kepada pemerintah kota melalui dinas terkait, serta dilengkapi surat keputusan dari kepala desa (kades) masing-masing dan rekomendasi dari camat.

Seperti dikatakan Sekdes Waringinsari, Parno Efendi, kepada HR, Senin (26/01/2015), terkait masih adanya kebingungan dari pihak Pemkot Banjar dalam menyikapi pengunduran sejumah sekdes.

“Itu jelas ada aturan yang mengaturnya, dan kami berhak melakukannya. Tetapi belum sampai diproses. Kami memandang pemkot masih kebingungan karena memang sedang menunggu Permen sebagai landasan yang lebih kuat,” ujar Parno.

Namun, dirinya berharap pemkot segera merespon dan menindaklanjutinya. Menurut dia, sebenarnya untuk mencari penggantinya bisa mengambil dari staff desa yang ada, dengan alasan mereka juga sudah terbiasa dan paham pengadministrasian Pemdes.

Pendapat serupa dikatakan Sekdes Rejasari, Asep, bahwa dirinya pun sudah mengirimkan surat pengunduran diri, namun masih ditahan oleh kadesnya hingga bulan Maret nanti.

“Walau pengunduran diri saya disetujui kades, tapi ditahan sampai bulan Maret, sambil menunggu penjaringan sekdes pengganti. Bahkan sambil menunggu kejelasan proses aturan yang akan diterapkan pemkot,” jelasnya.

Menurut Asep, dirinya mengambil sikap mengundurkan diri karena dalam UU Desa sudah jelas diatur diperbolehkan. Dan, kalau tetap jadi Sekdes maka jabatan PNS-nya tidak akan ada peningkatan.

Kepala Desa Rejasari, Nanang Sunarya, membenarkan, bahwa memang pihaknya menahan pengunduran Sekdes sampai Maret, sebab masih dibutuhkan. “Kalau ada aturan jelas atau ada sen dari Pemkot, maka kami akan segera melakukan penjaringan baru,” kata Nanang.

Berbeda dengan Desa Kujangsari yang sudah melakukan penjaringan Sekdes sejak Desember 2014. Pasalnya terdapat kekosongan pada jabatan tersebut. “Kami telah melakukan penjaringan melalui mekanisme wawancara, fit and proper tes dan lainnya. Hingga kini sudah diputuskan sekdes yang baru melalui kepanitiaan,” kata Kades Kujangsari, Siti Aisah. (Nanang/Koran-HR)

- Advertisment -