Rabu, Agustus 17, 2022
BerandaBerita PangandaranSaat Rayakan Ultah di Pangandaran, Susi Masih Terima ‘Curhat’ dari Nelayan

Saat Rayakan Ultah di Pangandaran, Susi Masih Terima ‘Curhat’ dari Nelayan

Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti, saat menggelar acara ulang tahunnya yang ke 50, di kediamannya, di Jalan Karangsalam, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (17/01/2015) malam. Foto: Entang SR

NTANG_180115_ULANG TAHUN SUSI DI WANRAI DRAMA KEHIDUPAN_2 007

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Saat merayakan hari ulang tahunnya yang ke 50, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, tampaknya masih bersedia menyerap aspirasi para nelayan Pangandaran yang diundangnya pada acara tersebut, Sabtu (17/01/2015) malam.

Dalam sebuah diskusi ringan, Rustam, perwakilan Nelayan Pangandaran, diberi kesempatan untuk menyampaikan unek-uneknya kepada sang menteri. Rustam saat itu menyampaikan protes terkait Peraturan Menteri (Permen) yang dikeluarkan Susi terkait batasan bobot berat menangkap udang lobster bagi nelayan.

Menurut Rustam, terkait batasan udang lobster yang ditangkap nelayan, tidak boleh yang bobotnya di bawah 300 gram, seperti yang diatur dalam Permen tersebut, dirasakan sangat merugikan nelayan. Karena udang dengan ukuran 8 centimeter pun banyak yang bobotnya di bawah 300 gram.

“Kami meminta kepada Ibu sebagai Menteri Keluatan dan Perikanan untuk merevisi Permen tersebut. Karena aturan pembatasan tangkapan udang ini sangat merugikan nelayan,” katanya.

Menanggapi keluhan itu, Susi mengatakan, pihaknya tidak tahu kalau nelayan mengartikan aturan itu pada ukuran panjang udang lobster. Menurutnya, diterapkannya aturan itu semata untuk menjaga ekosistem biota laut.

“Apabila dianggap berat oleh nelayan dan mengaitkan dengan ukuran panjang udang, oke kita akan bahas dan kaji kembali Permen tersebut. Intinya, kita ingin melestarikan biota laut, tapi tidak merugikan nelayan,” katanya.

Susi menambahkan, apabila dengan adanya pembatasan atau larangan tangkapan udang yang ukuran beratnya di bawah 300 gram ternyata merugikan nelayan, dirinya bersama jajarannya akan segera melakukan pengkajian ulang. “Bisa nanti kita turunkan udang yang tidak boleh ditangkap beratnya menjadi di bawah 200 gram,” ujarnya.

Susi mengatakan, Permen itu dibuat bukan untuk merugikan siapapun. Tetapi, langkah itu diambil dalam rangka melestarikan biota laut. “Kondisi sebelumnya bahwa banyak ikan laut termasuk udang yang kecil-kecil sudah pada ditangkap. Sehingga, mengurangi produksi ikan atau udang yang berkualitas. Masalah awalnya seperti itu,” tegasnya.

Untuk mengubah pola tangkapan nelayan agar menghasilkan kualitas ikan Indonesia yang berkualitas, lanjut Susi, kemudian dikeluarkan aturan melalui Permen tersebut. “Intinya, kita minta ikan kecil biarkan dulu hidup di laut. Kalau sudah besar dan layak menjadi produksi ikan yang berkualitas, silahkan tangkap,” pungkasnya. (Ntang/R2/HR-Online)