Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariSoal Listrik Sering Padam, Ini Alasan PLN Banjarsari Ciamis

Soal Listrik Sering Padam, Ini Alasan PLN Banjarsari Ciamis

Cecep menunjukkan binatang ‘muka’ yang kerap menyebabkan listrik di wilayah itu padam. Photo : Andri/ HR

Danru PLN Banjarsari

Banjarsari, (harapanrakyat.com),-

Kantor Pelayanan Teknik Gangguan Jaringan Listrik Wilayah Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyatakan, pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Banjarsari terjadi akibat banyaknya gangguan alam.

Saat dimintai keterangan oleh harapanrakyat.com, Komandan Regu Kantor Pelayanan PLN Banjarsari, Cecep, Jum`at (9/1/2015), membenarkan selama satu bulan terakhir ini jaringan listri di wilayah itu sering mengalami pemadaman. Dia menyangkal pemadaman itu dilakukan karena unsur kesengajaan.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat karena merasa kurang nyaman, seiring terjadinya mati lampu secara dadakan, khususnya di wilayah Desa Cigayam, Banjar Anyar, Kalijaya dan Pasawahan. Ini semua di luar kehendak kami. Kami selaku petugas selalu mencoba dan berusaha untuk memberikan pelayanan yang maksimal. Namun akibat banyaknya gangguan alam kamipun tidak bisa berbuat banyak. Bahkan kami sudah sangat merasa dilelahkan dengan hal ini,” ujar Cecep.

Lebih lanjut, Cecep menjelaskan, pemadaman listrik banyak terjadi karena gangguan alam dan gangguan hewan malam yang mengenai jalur. Dia menandaskan bahwa PLN menerapkan Sistem Trip (Padam Otomatis) setiap kali aa gangguan yang menimpa jalur jaringan listrik. Ketika ditelusuri, selama sebulan ini, listrik padam itu banyak disebabkan karena gangguan pohon dan hewan malam.

“Kami menemukan sebuah ranting albasia yang mengenai jalur dan juga satu ekor hewan muka yang tergantung di jalur,“ kata Cecep sembari memperlihatkan kayu dan seekor muka gosong yang mengakibatkan listrik padam.

Pada kesempatan itu, Cecep justru menilai masyarakat kurang memiliki kesadaran, terutama warga pemilik pohon-pohon berukuran besar yang berada di dekat jalur listrik. Tapi ketika pohon penggangu jalur dipangkas, pihaknya justru berbenturan dengan warga pemilik pohon.

“Tidak jarang kami juga jadi sering disalahkan,” pungkasnya. (Andri/R4/HR-Online)