Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaBerita BanjarTakut Omzet Turun, PKL Letjen Suwarto Banjar Tolak Relokasi

Takut Omzet Turun, PKL Letjen Suwarto Banjar Tolak Relokasi

Pedagang kaki lima jalan Letjen Suwarto menolak untuk direlokasi ke jalan Veteran, karena tempat tersebut tak ramai, dan akan berpengaruh pada omzet penjualan. Foto: Nanang S/HR.

Pedagang kaki lima jalan Letjen Suwarto menolak untuk direlokasi ke jalan Veteran, karena tempat tersebut tak ramai, dan akan berpengaruh pada omzet penjualan. Foto: Nanang S/HR.
Pedagang kaki lima jalan Letjen Suwarto menolak untuk direlokasi ke jalan Veteran, karena tempat tersebut tak ramai, dan akan berpengaruh pada omzet penjualan. Foto: Nanang S/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Wacana relokasi pedagang kaki lima (PKL) jalan Letjen Suwarto ke jalan Veteran, ditolak sejumlah PKL. Mereka beralasan, tempat relokasi jauh dari keramaian, dan akan berpengaruh kepada penurunan omzet penjualan.

Boni (46), pedagang burger dan minuman, warga Lembur Balong, mengatakan, bahwa sebelumnya pernah dilakukan relokasi ke jalan Veteran, dan berimbas kepada penghasilannya.

“Kalau direlokasi lagi kesana, kami jelas akan menolak,” ucapnya kepada HR Online, Kamis, (08/1/2015).

Selain omzet akan berkurang, kata Boni, berjualan disana akan mengganggu kenyamanan dan kebersihan warga setempat. Dan akan mempersempit ruas jalan bila kendaraan milik warga atau lainnya melintas. “Itu akan terjadi, dan pasti warga setempat akan menolaknya,” tandasnya.

Pendapat lain dikatakan Mih Inah (57), pedagang siomay, warga jalan Veteran. Menurutnya, yang terpenting, berjualan di jalan Letjen Suwarto tidak mengganggu ketertiban dan kebersihan. “Lokasi berjualan disini cukup bagus. Dalam sehari bisa mencapai 500 ribu rupiah,” ungkapnya.

Disaat ramai, atau hari libur dan pengunjung banyak datang, Mih Inah mengaku, penghasilannya dalam sehari bisa mencapai satu juta rupiah.

Mih Inah malah berharap, pihak Pemkot Banjar bisa memberikan bantuan gerobak berdagang, supaya terlihat lebih bagus, dan menjadi daya tarik bagi pembeli. “Lebih baik bantu kami dengan gerobak bagus, kalau dipindah mau kurangi penghasilan PKL,” tukasnya. (Nanang S/R1/HR-Online)