Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita PangandaranWaduh! Siswi SMA di Pangandaran Ini Bebas Jualan ‘Miras’ di Sekolah

Waduh! Siswi SMA di Pangandaran Ini Bebas Jualan ‘Miras’ di Sekolah

Hesti dan kawan-kawan sedang memanfaatkan waktu luang dengan membuat sebuah kreasi kuliner. Photo : Entang SR/ HR

Siswi SMA di Pangandaran Ini Bebas Jualan ‘Miras’ di Sekolah

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Keberadaan miras akhir-akhir ini sedang naik daun di kalangan masyarakat luas. Hal tersebut terjadi lantaran banyak orang yang tewas setelah meminum miras. Terlebih lagi jika miras itu merupakan miras oplosan. Selain itu, pihak kepolisian juga gencar memberantas keberadaan miras di kalangan masyarakat.

Keberadaan miras juga sudah merambah ke SMA Negeri 1 Pangandaran. Hanya saja, ‘miras’ yang satu ini sengaja  dibuat  dan dijual secara bebas kepada para siswa-siswi. Bahkan yang membuatnya pun seorang siswi bernama Hesti, siswi kelas 2  IPA-2.

“’Miras’ yang dijual secara bebas di SMA Negeri 1 Pangandaran merupakan minuman rasa susu alias Miras. Tentunya Miras ini bukan minuman keras yang membahayakan keselamayan jiwa seseorang,” kata Hesti sambil tersenyum, ketik ditemui HR, di SMAN 1 Pangandaran, Senin (19/1/2015).

Hesti mengaku, miras atau minuman rasa susu yang dia buat hanya dijual Rp. 3 ribu percup dan hanya dijual pada even-even tertentu saja. Selain memproduksi miras, para siswi SMA Negeri 1 Pangandaran juga gemar membuat makanan olahan lain, seperti bobocot atau bola-bola coklat yang dibandrol harga Rp. 1000.

Lebih lanjut Hesti mengungkapkan, setiap hari Jum`at, para siswa dan siswi SMA Negeri 1 Pangandaran juga tidak menyia-nyiakan waktu senggang. Mereka memanfaatkan waktu dengan membuat kerajinan tangan yang terbuat dari bahan kain panel.

“Hasil kerajinan itu dijual kembali kepada para siswa dengan harga Rp 3 sampai 5 ribu, tergantung variasi dan tipe,” katanya.

Kepala SMAN 1 Pangandaran, Drs. Surman, Selasa (20/1/2015), mengaku bangga kepada para siswa-siswinya yang mau berkreasi dengan memafaatkan waktu luang dengan membuat sebuah inovasi berupa kerajinan ataupun kuliner. Pihaknya akan selalu mendukung kreatifitas para siswa selama itu berada dalam hal yang positif. (Ntang/Koran-HR)