Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita BanjarWarga Aceh Main Judi di Banjar Ditangkap Polisi

Warga Aceh Main Judi di Banjar Ditangkap Polisi

Tiga orang pelaku judi kartu saat menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim Makopolresta Banjar. Photo: Hermanto/HR.

pelaku judi kartu

 

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Tiga orang warga Aceh ditangkap jajaran Satreskrim Polresta Banjar, saat mereka asyik bermain judi kartu di sebuah rumah di Dusun Margaluyu, RT.9/9, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Selasa (13/01/2015), sekitar jam 00.22 WIB. Polisi berhasil menyita 2 set kartu domino, satu lembar rekapan tulisan, dan uang sebesar Rp.500 ribu rupiah.

Ketiga orang itu adalah AZ (43), berdomisili di Kampung Panyileukan, RT. 5/4, Desa Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, MIB (60), domisili di Dusun Sukajadi, RT.12/4, Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, dan Jam (48), domisili di Dusun Banjarsari, RT.11/4, Desa Banjarsari, Kabupaten Ciamis.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Banjar, AKP. Shohet, bahwa penangkapan ketiga pelaku judi jenis domino ini berdasarkan laporan dari warga sekitar, yang sudah merasa resah dengan adanya aktifitas perjudian di lingkungannya.

“Kronologi penangkapan ketiga penjudi itu adalah berdasarkan hasil informasi atau laporan dari masyarakat, bahwa di rumah tersebut sering dipakai tempat untuk bermain judi. Kemudian, timsus Polresta Banjar yang tengah melakukan patroli, mendatangi rumah yang sedang dipakai untuk berjudi,” terang Shohet, kepada HR, Selasa (13/01/2015).

Ketika sudah sampai dilokasi, polisi langsung menggerebek ketiga pelaku yang tengah asyik bermain judi. Tidak ada perlawanan yang berarti saat dilakukan penangkapan. Selanjutnya, petugas membawanya para pelaku ke Makopolresta Banjar untuk dilakukan pemeriksaan.

“Ketiga pelaku akan dikenai pasal 303 ayat 1 tentang perjudian, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” kata Shohet.

Sementara itu, salah satu pelaku judi berinisial Jam, mengaku, apa yang dilakukan bersama dua orang temannya itu hanya sekedar iseng dan bukan sebagai pekerjaan rutin. Menurut Jam, ia bersama rekannya hanya bermain kartu dengan hukuman gantung sepatu di leher bagi yang kalah. “Awalnya kami hanya iseng, karena kurang seru, akhirnya kami menggunakan uang,” kilah Jam. (Hermanto/R3/HR-Online)