Senin, Juni 27, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariBegini Kronologis 2 Siswa di Ciamis Hingga Hanyut Tenggelam di Sungai Ciseel

Begini Kronologis 2 Siswa di Ciamis Hingga Hanyut Tenggelam di Sungai Ciseel

Anggota kepolisian yang dibantu anggota TNI dan Tim SAR, saat melakukan pencarian dengan menyusuri Sungai Ciseel, di Dusun Tamansari, RT 12/RW 04 Blok Bojongnangka, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Jum’at (13/02/2015). Foto: Entang SR/HR

CIAMIS_ADITYA_5 PELAJAR TENGGELAM 2 TEWAS_1 009 (1)

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Penyebab dua siswa SMP Negeri 2 Pamarican, yang hanyut tenggelam di Sungai Ciseel, atau tepatnya di Dusun Tamansari, RT 12/RW 04 Blok Bojongnangka, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Jum’at (13/02/2015) sore, ternyata akibat aksi nekad dua korban tersebut.

Marimin (14), teman korban yang juga warga Dusun Cisaar RT 11/RW 03 Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, mengatakan, sebelum kedua teman hanyut tenggelam, dirinya bersama dua temannya lainnya sengaja mencari kayu bakar dan buah rambutan di kebun yang berada di bantaran Sungai Ciseel. [Baca juga: 5 Siswa SMP di Ciamis Hanyut di Sungai, 2 Orang Belum Ditemukan]

Saat waktu sudah menjelang sore dan cuaca tampak mendung, Marimin pun mengajak ke empat temannya untuk pulang. “Saya saat itu mengajak pulang dengan menggunakan jembatan gantung yang tidak juah dari lokasi kejadian. Namun, Rifa Nurdin dan Febrian (korban) menolak dan memilih potong kompas dengan cara  menyebrangi Sungai Ciseel,” katanya.

Marimin menambahkan, selain memotong jalan dengan menyebrangi sungai, kedua korban pun beralasan ingin memanfaatkan pohon tumbang yang berada di sebrang sungai untuk dijadikan kayu bakar. “ Saya pun akhirnya mengalah dan menuruti dengan menyebrangi sungai,” ujarnya. [Baca juga: Siswa yang Tenggelam di Sungai Ciseel Ciamis Hingga Malam Ini Belum Ditemukan]

Namun, lanjut Marimin, saat menyebrang sungai, kedua korban yang posisinya berada di depannya tampak panik dan terjatuh. Tak lama lama kemudian keduanya langsung terseret arus sungai yang saat itu tengah deras.

“Saya sempat meraih tangan Febrian, namun terlepas karena kuatnya arus sungai. Ketika Febrian dan Rifa terseret arus, saya tidak bisa berbuat banyak dan buru-buru menyelamatkan diri dengan berlari ke darat,” katanya.

Saat temannya sudah terseret arus, kata dia, dirinya bersama dua temannya langsung berlari mencari pertolongan kepada warga sekitar. Namun apes, saat warga berdatangan, kedua korban sudah jauh terseret arus sungai. (Ntang/R2/HR-Online)

- Advertisment -