Selasa, Juni 28, 2022
BerandaBerita BanjarDi Banjar, Warga Mendapat Raskin Tak Layak Konsumsi

Di Banjar, Warga Mendapat Raskin Tak Layak Konsumsi

Kualitas beras miskin (raskin) yang diterima warga Banjar tidak layak konsumsi. Photo: Hermanto/HR.

raskin

 

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah warga di Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, mengeluhkan kualitas beras miskin (raskin) yang diterimanya tidak layak konsumsi. Selain warnanya lebam, aroma beras tersebut juga tercium bau apek.

Dengan kejadian ini, Bulog Ciamis sudah mencoreng Pemerintah Kota Banjar dalam program Raskin gratis, sehingga masyarakat beransumsi bahwa pemerintah kota telah memberikan beras yang kualitasnya jelek dan tidak layak konsumsi.

Seperti diungkapkan Yahya (54), warga Dusun Rancakole, RT.7/2, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman. Dia menyebutkan, kualitas beras tersebut sangat jelek dan bau apek. “Bukan menolak pemberian dari pemerintah, namun jika berasnya seperti ini apa layak untuk di konsumsi,” ujar Yahya, kepada HR Online.

Kaur Umum Desa Mulyasari, Kandar, membenarkan, bahwa memang kualitas rasik yang diterima pihaknya jelek, berbeda dengan kualitas raskin sebelumnya. “Kami dari pihak desa hanya mendapat tugas membagikan beras tersebut kepada masyarakat,” katanya.

Kandar menyebutkan, Desa Mulyasari mendapat jatah beras miskin sebanyak 417 karung. Masing-masing warga miskin mendapat bagian 15 kilogram per kepala keluarga. (Hermanto/R3/HR-Online)

- Advertisment -