Senin, Juni 27, 2022
BerandaBerita CiamisDi Ciamis, Petani Alami Gagal Panen Akibat Hama Wereng

Di Ciamis, Petani Alami Gagal Panen Akibat Hama Wereng

Salah seorang petani di Blok Liaunggunung, Desa Baregbeg, Kabupaten Ciamis, menunjukan tanaman padinya yang kering akibat serangan hama wereng. Photo: Eli Suherli/HR.

petani gagal panen (1)

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dimasa panen kali ini, para petani di Blok Liaunggunung, Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami gagal panen akibat serangan hama. Elah (64), salah seorang petani, ketika ditemui HR Online, Kamis (26/02/2015), mengatakan, kejadian gagal panen sekarang ini karena padi yang ditanam diserang hama wereng saat padi berumur satu bulan dan sudah mengeluarkan bulir padi.

“Berbagai cara untuk menyelamatkan padi sudah diupayakan, namun hasilnya tetap tidak bisa dipanen, sebab bulir padi tidak ada isinya,” tuturnya.

Dia juga menyebutkan, sebelum terserang hama, padi jenis Ciherang yang ditanamnya terlihat tumbuh dengan normal. Tapi, begitu bulir padinya keluar ternyata batang tanaman sedikit demi sedikit menguning.

Selain hama wereng, serangan hama burung pipit pun tak dapat dikendalikan, sehingga bulir padi yang sudah berisi hilang dimakan burung. “Saya sangat sedih melihat padi yang ditanam malah kering. Padahal sekarang lagi musim panen, tapi saya malah tidak bisa panen,” kata Elah.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Baregebeg, Ade Iwan, ketika dikonfirmasi HR Online, membenarkan bahwa petani di daerahnya banyak yang mengalami gagal panen. “Banyak sekali petani di sini yang tidak menikmati masa panen, dan jika dihitung luas sawah masyarakat di Desa Baregebeg, khusunya di Blok Liungunung yang luasnya sekitar 3 hektare gagal panen,” kata Ade.

Menurutnya, kejadian gagal panen bukan kali pertama terjadi, sebab pada masa panen tahun 2014 lalu, para petani di wilayahnya juga banyak yang mengalami gagal panen. Untuk itu, pihaknya berharap adanya bantuan dari pemerintah, terutama bantuan bibit tanaman padi pada masa tanam nanti, supaya para petani tidak lagi mengalami gagal panen. (es/R3/HR-Online)

- Advertisment -