Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita BanjarDinas PU Wacanakan Bangun Jembatan di Kawasan Pasar Banjar

Dinas PU Wacanakan Bangun Jembatan di Kawasan Pasar Banjar

Ilustrasi Jembatan. Foto: Ist/Nent

Dinas PU Wacanakan Pembangunan Jembatan di Kawasan Pasar Banjar

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Selama 12 tahun Banjar berdiri, sudah seharusnya Kota Banjar mampu memacu diri bersama masyarakatnya menunjukkan identitas sebagai daerah sentra ekonomi, perdagangan dan jasa, bahkan pariwisata.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Banjar, Ir. H. Edy Djatmiko, MM., melalui Sekretaris DPU Kota Banjar, H. Agus Nugraha, S.Sos., M.Si., saat ditemui Koran HR di ruang kerjanya, Senin (16/02/2015) lalu.

Menurutnya, pada peringatan HUT Kota Banjar tahun ini harus memiliki makna dan arti bagi pemerintahan maupun masyarakatnya. Sebab, dengan masa 12 tahun ini, tingkat kesejahteraan masyarakat sudah semakin baik, infrastruktur bagus, layanan publik pun cukup baik.

“Namun demikian, kami yang menjadi bidang garapannya berupa pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, terus mendorong dan mengupayakan pembuatan konsep pengembangan terwujudnya sistem transportasi handal, berkemampuan tinggi dan diselenggarakan secara terpadu, tertib, lancar, nyaman, sekaligus dapat menggerakkan dinamika pembangunan, mobilitas barang, manusia dan jasa,” kata Agus.

Guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Banjar, diperlukan sebuah konsep atau inovasi, salah satunya perlu diupayakan pembuatan jembatan baru dengan memanfaatkan tepian Sungai Citanduy.

Konsep tersebut yakni pembangunan jembatan penghubung antara wilayah Kecamatan Pataruman dengan Kecamatan Purwaharja, tepatnya wilayah kawasan Pasar Karang Taruan dengan Kelurahan Karangpanimbal yang terpisahkan oleh Sungai Citanduy.

Sarana transportasi itu direncanakan sebagai jembatan alternative untuk mengcover angkutan di wilayah tersebut. Artinya tidak terhambat oleh kepentingan lalu-lintas lain. Menurut Agus, jembatan itu khusus untuk kepentingan ekonomi, seperti bongkar muat barang dan akses kendaraan truk besar.

Memang semula pemerintah kota rencananya akan membangun pergudangan di wilayah Desa Sinartanjung. Namun, berdasarkan pertimbangan teknis lain, jembatan yang ada tidak mungkin dapat dilewati kendaraan dengan tonase besar.

“Ya kita berupaya antisipasi, tapi setelah analisis malah antisipasi itu bisa jadi ikon angkutan besar.Namun memang realisasinya belum terpikirkan, mengingat dimensi jembatan 2×50 meter itu perlu pemikiran semua,” ujarnya.

Agus juga mengatakan, bahwa rencana tersebut sudah diwacanakan di tingkat provinsi. Tapi, atas pertimbangannya, pihak pemerintah provinsi akan focus dulu pada pembangunan Jembatan Cijolang III yang belum selesai. Terlebih sudah ada Perjanjian Kerja Sama (PKS), baik antara Banjar dengan Ciamis, maupun Banjar dengan Cilacap, Jateng.

Jika pembangunan Jembatan Cijolang III selesai di tahun 2017, maka rencana pembuatan jembatan di kawasan Pasar Banjar diperkirakan bisa dimulai pada tahun 2018, yakni bertepatan dengan akhir masa jabatan Walikota Banjar.

“Walikota sekarang harus punya ikon. Setelah nanti masa jabatannya selesai,saya berharap Ibu Ade Uu tetap berkorelasi dengan rencana pembangunan yang sudah dibuatnya sesuai RPJMD, Renja maupun Renstra. Sehingga, konsep pembuatan jalan dan jembatan yang memasok aksesbilitas ekonomi, hasilnya bisa spektakuler seperti masa kepemimipinan dr. Herman,” kata Agus.

Bahkan, menurutnya, di masa kepemimpinan walikota sekarang ini harus bisa lebih banyak hasil yang spektakulernya. Karena, kalau masalah anggaran dapat diupayakan, dan hal itu bukan lah suatu masalah. Yang jelas pemerintah harus mendorong pembuatan projek proposal, sebab Pemprov Jabar sendiri sudah jelas mendukung.

Agus menegaskan, selain untuk memudahkan akses transportasi ekonomi antar kedua wilayah tersebut, konsep pembangunan jembatan baru di kawasan Pasar Banjar juga sebagai antisipasi kemacetan arus lalu-lintas di kawasan pasar yang selama ini terjadi. (Nanks/Koran-HR)

- Advertisment -