Jumat, Juli 1, 2022
BerandaBerita BanjarHarga Beras di Pasar Banjar Melejit, Rakyat Menjerit

Harga Beras di Pasar Banjar Melejit, Rakyat Menjerit

Yanti (46), salah seorang pedagang beras di Pasar Banjar, Jawa Barat, memperlihatkan beras kualitas super yang kini harganya naik dari Rp.10.000 per kilo menjadi Rp.12.000. Photo: Hermanto/HR.

Harga beras naik

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Melambungnya harga beras di sejumlah kios di Pasar Banjar, Jawa Barat, hingga kini masih berada pada posisi puncak. Kenaikan harga beras yang terjadi sejak awal bulan Februari ini, tidak hanya dikeluhkan oleh masyarakat saja, tapi juga para penjual beras.

Pantauan HR di lapangan, Selasa (24/02/2015), kenaikkan harga terjadi pada semua jenis beras. Untuk beras kualitas super yang biasa dijual Rp.10.000 per kilo, kini naik menjadi Rp.12.000 per kilonya. Sedangkan, beras dengan kualitas menengah sebelumnya dijual seharga Rp.9000 per kilo, sekarang jadi Rp.11.000.

Yanti (46), salah seorang pedagang beras di Pasar Banjar, mengatakan, sampai saat ini belum ada tanda-tanda harga komoditas tersebut akan turun. Menurut dia, melambungnya harga beras dipengaruhi oleh stok gabah yang minim.

“Stok gabah minim, sementara permintaan pasar cukup tinggi, dan saat ini pun belum ada daerah yang sudah melakukan panen raya, sehingga beras semakin mahal,” tutur Yanti, ketika ditemui HR di kiosnya.

Hal serupa diungkapkan Acim (48), pedagang warungan di Lingkungan Parungsari, RT.16/6, Kel. Karangpanimbal, Kec. Purwaharja, Kota Banjar. Dia menyebutkan, kenaikan harga beras terjadi secara bertahap dalam setiap pekan.

“Kenaikannya mungkin disebabkan oleh banjir di beberapa daerah penghasil padi, sehingga mengakibatkan gagal panen dan pasokan beras menjadi berkurang,” kata Acim.

Naiknya harga beras jelas sangat memberatkan masyarakat, mengingat komoditas tersebut merupakan bahan pokok yang setiap hari harus dikonsumsi. Seperti diucapkan seorang ibu rumah tangga, Linda (28), warga Lingkungan Jadimulya, Kel. Hegarsari, Kec. Pataruman, Kota Banjar. Dia mengaku harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli beras.

“Meski mahal, mau tidak mau ya kita tetap harus beli, namanya juga kebutuhan pokok yang setiap harinya harus dikonsumsi,” ucap Linda.

Ana Sukaesih (36), warga lainnya, juga mengaku terbebani dengan kenaikan harga beras yang signifikan. Dia berharap agar pemerintah secepatnya mengatasi permasalahan ini, sehingga masyarakat ekonomi menengah ke bawah tidak lagi merasa terbebani.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Banjar, H. Soni Harison, AP., S.Sos., M.Si., mengakui, sampai saat ini pihaknya belum melakukan Operasi Pasar (OP), terkait naiknya harga beras.

“Kami belum melakukan operasi pasar karena tidak punya wewenang, dan masih menunggu intruksi dari pusat. Kalau sudah ada intruski, kami akan secepatnya menggelar operasi pasar untuk mengatasi masalah kenaikan beras,” kata Soni, ketika dihubungi HR via ponselnya. (Hermanto/Koran-HR)

- Advertisment -