Sabtu, Juli 2, 2022
BerandaBerita PangandaranIni Agenda Kerjasama Pangandaran- Cilacap di Wilayah Perbatasan

Ini Agenda Kerjasama Pangandaran- Cilacap di Wilayah Perbatasan

Rapat koordinasi sinergitas pembangunan bidang pemerintahan antara kabupatan/kota Jabar-Jateng, yang dihadiri perwakilan dari Bakorwil Jabar, Pemkab Pangandaran, Pemkab Ciamis, Pemkot Banjar dan Pemkab Cilacap, di TIC Pangandaran, Rabu (26/02/2015). Foto: Madlani/HR

Ini Agenda Kerjasama Pangandaran- Cilacap di Wilayah Perbatasan

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pemkab Pangandaran akan menjajaki kerjasama dengan Pemkab Cilacap di wilayah perbatasan dua daerah tersebut. Ada beberapa hal yang dibahas dalam rencana kerjasama tersebut, diantaranya soal penduduk, pelayanan kesehatan, pendidikan dan masalah sosial seperti penanggulangan gelandangan, pengemis serta orang gila.

Selain itu, juga akan membahas soal areal Tempat Pemakaman Umum (TPU) warga Cilacap yang berada di Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. [Baca juga: Jembatan Maruyungsari Pangandaran- Kedungreja Cilacap Minta Segera Dibangun]

Penjabat Bupati Pangandaran, Dr.Drs. H. Endjang Naffandy, M.Si, mengatakan, melakukan kerjasama dengan daerah tetangga sangat penting dilakukan. Selain dimaksudkan untuk singkronisasi pembangunan, juga untuk menangulangi permasalahan sosial yang terjadi di wilayah perbatasan.

“Seperti contoh, warga Cilacap ternyata banyak yang dimakamkan di wilayah Kabupaten Pangandaran, yaitu di Pamotan Kalipucang. Nah, hal ini kan belum ada pengaturannya. Jadi perlu dibahas lebih lanjut antar pemerintahan daerah,” katanya, di sela-sela rapat koordinasi sinergitas pembangunan bidang pemerintahan antara kabupatan/kota Jabar-Jateng, yang dihadiri perwakilan dari Bakorwil Jabar, Pemkab Pangandaran, Pemkab Ciamis, Pemkot Banjar dan Pemkab Cilacap, di TIC Pangandaran, Rabu (26/02/2015).

Sementara dalam konteks pembangunan, lanjut Endjang, di daerah perbatasan Pangandaran-Cilacap saat ini dibutuhkan 2 jembatan baru sebagai akses transportasi masyarakat kedua daerah.

“ Secara sosiologis dan kultur masyarakat di perbatasan sudah menyatu satu sama lainnya, hanya tersekat oleh sungai saja. Nah, saat ini akses penghubung transportasi mereka menggunakan penyeberangan perahu yang tidak aman untuk keselamatan. Artinya, perlu dibangun jembatan di daerah perbatasan tersebut, seperti contoh di perbatasan Padaherang- Kedungreja Cilacap,” terangnya.

Menurut Endjang, untuk proyek pembangunan jembatan Padaherang- Kedungreja Cilacap, lebih baik ditangani oleh Pemprov Jabar dan Pemprov Jateng yang dibantu oleh Kementerian PU. “ Selain bentangan sungainya lebar, juga berada di daerah perbatasan antar provinsi,” pungkasnya. (Mad/R2/HR-Online)

- Advertisment -