Rabu, Juni 29, 2022
BerandaBerita BanjarKadin Banjar Fasilitasi Petani Pepaya Bentuk Asosiasi

Kadin Banjar Fasilitasi Petani Pepaya Bentuk Asosiasi

Pertemuan Kadin kota Banjar dengan petani pepaya California Kec. Langensari, guna memfasilitasi pembentukan asosiasi. Pertemuan tersebut dihadiri juga Disperindagkop dan Dinas Pertanian Kota Banjar. Foto: Nanang S/HR.

Pertemuan Kadin kota Banjar dengan petani pepaya California Kec. Langensari, guna memfasilitasi pembentukan asosiasi. Pertemuan tersebut dihadiri juga Disperindagkop dan Dinas Pertanian Kota Banjar. Foto: Nanang S/HR.
Pertemuan Kadin kota Banjar dengan petani pepaya California Kec. Langensari, guna memfasilitasi pembentukan asosiasi. Pertemuan tersebut dihadiri juga Disperindagkop dan Dinas Pertanian Kota Banjar. Foto: Nanang S/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Upaya pengembangan potensi buah pepaya California, serta perlindungan terhadap petani pepaya mendapat perhatian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Banjar.

Kadin memandang sudah saatnya petani pepaya di Kec. Langensari membentuk asosiasi petani, untuk menghindari permainan harga dari para tengkulak.

“Saat ini keberadaan petani pepaya California di Banjar, khususnya di kecamatan Langensari. Untuk itu kami mencermati perlu adanya asosiasi, sudah menjadi tuntutan dan keharusan,” ucap Sekretaris Kadin Kota Banjar, Deni, kepada HR online, Rabu, (11/02/2015).

Terbentuknya asosiasi petani pepaaya, lanjut Deni, sangat diperlukan bagi petani dan pengusaha. Sehingga terjadi komunikasi lebih baik, dan untuk melindungi petani dari permainan penyerapan pepaya oleh tengkulak.

“Bila telah terbentuk asosias, petani akan mampu mengembangkan produksi pertaniannya dengan aman dan terkendali. Dan kami siap membantu mengakses pasar baru, serta fasilitasi pembiayaan melalui perbankan jika dibutuhkan,” jelas Deni.

Sementar itu, Bidang Promosi Kadin Kota Banjar, Eman Sulaeman, mengatakan, untuk terwujudnya asosiasi petani pepaya, pihaknya meminta Disperindagkop dan Dinas Pertanian untuk menjadi fasilitator.

“Setelah terbentuk asosiasi, apa yang menjadi keluhan dan permasalahan petani bisa terpecah lewat wadah tersebut,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, seorang petani pepaya didaulat untuk menjadi koordinator dalam pendataan jumlah petani pepaya dalam rangka pembentukan asosiasi. (Nanang S/R1/HR-Online)

- Advertisment -