Rabu, Juni 29, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariPemuda di Banjarsari Ciamis Ini Lakukan Gerakan Tambal Jalan Berlubang

Pemuda di Banjarsari Ciamis Ini Lakukan Gerakan Tambal Jalan Berlubang

Para pemuda tampak tengah mengatur lalu lintas di Jalan Raya Banjarsari, Kabupaten Ciamis, yang mengalami kerusakan cukup parah. Foto: Entang SR/HR

IMG03161-20150213-1958

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Menyusul banyak terjadinya kasus kecelakaan di Jalan Raya Banjarsari, Kabupaten Ciamis, akibat kondisi jalan mengalami kerusakan yang cukup parah, membuat 5 pemuda di Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, berinisiatif melakukan penambalan jalan dengan menggunakan batu dan tanah.

Dari pantauan HR, jalan berlubang yang sudah mirip kubungan air itu, tampak ditutupi bebatuan kemudian dipadatkan dengan menambahkan tanah. Kelima pemuda itu beralasan, aksi yang dilakukannya merupakan kepedulian untuk mencegah terjadinya kembali kecelakaan.

Tete, salah satu pemuda yang juga warga Desa Sukasari, saat ditemui HR, Rabu (18/02/2015) malam, mengatakan, gerakan yang dilakukannya bersama 4 temannya merupakan inisiatif untuk membantu para pengguna jalan. Menurutnya, gerakan menambal jalan dilatarbelakangi dari rasa keperihatinan menyusul banyaknya kecelakaan akibat jalan rusak dan berlubang.

“Kami berlima ini berbagai tugas, 3 diantaranya mencari batu dan tanah. Sementara dua orang lagi meminta sumbangan kepada pengguna jalan. Meski kami meminta sumbangan, tetapi tidak memaksa. Uang yang kami dapat pun tidak seberapa, hanya cukup untuk sekedar beli rokok saja,” katanya.

Menurut Tete, dirinya bersama temannya memang sering nongkrong di depan jalan rusak tersebut. Karena sering melihat pengguna jalan mengalami kecelakaan akibat terjebak jalan berlubang, kata dia, membuat dirinya bersama temannya terdorong untuk melakukan aksi nyata agar kecelakaan serupa tidak terulang kembali.

“Dari pada nongrong sambil bengong, ya lebih baik bantu pengguna jalan. Kalau ada yang ngasih sumbangan, lumayan kan buat beli rokok,” ujarnya.

Sementara itu, Jeje, seorang pengendara, mengaku kurang nyaman dengan kondisi jalan raya yang mengalami kerusakan yang cukup parah. Dia pun berharap pemerintah segera memperbaiki kondisi jalan rusak tersebut.

“Meskipun hanya ditambal dengan batu dan tanah, upaya yang dilakukan para pemuda itu cukup membantu mengurangi angka kecelakaan. Ya setidaknya dengan adanya mereka berdiri di tengah jalan, bisa mengingatkan para pengguna jalan bahwa di lintasan tersebut terdapat jalan berlubang,” ujarnya, kepada HR, Rabu (18/02/2015) malam. (Ntang/R2/HR-Online)

- Advertisment -