Rabu, Juni 29, 2022
BerandaBerita CiamisPerguruan Tinggi Berkualitas Bila Jalankan SPM

Perguruan Tinggi Berkualitas Bila Jalankan SPM

Ilustrasi Perguruan Tinggi. Foto: Ist/Net

Perguruan Tinggi Berkualitas Bila Jalankan SPM

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Penjaminan mutu merupakan proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga konsumen, produsen, dan pihak lain yang berkepentingan memperoleh kepuasan. Secara spesifik, tujuan penjaminan mutu adalah memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan, yang dijalankan oleh suatu perguruan tinggi secara internal untuk mewujudkan visi dan misinya.

Selain itu, juga untuk memenuhi kebutuhan stakeholders melalui penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan demikian, penjaminan mutu pendidikan tinggi di perguruan tinggi adalah proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan pendidikan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga stakeholders (mahasiswa, orang tua, dunia kerja, pemerintah, dosen, tenaga penunjang, serta pihak lain yang berkepentingan) memperoleh kepuasan.

“Pendidikan tinggi di perguruan tinggi dinyatakan bermutu atau berkualitas, apabila perguruan tinggi tersebut mampu menetapkan dan mewujudkan visinya, melalui pelaksanaan misinya (aspek deduktif). Selain itu, mampu memenuhi kebutuhan stakeholders, berupa societal needs (kebutuhan kemasyarakatan), industrial needs (kebutuhan dunia kerja), dan professional needs (kebutuhan profesional),” kata DR. Maman Herman, M.Pd., dalam disertasinya yang berjudul ‘Implementasi Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi Swasta”.

Ketika ditemui HR, Maman yang baru mendapat gelar Doktor Ilmu Pendidikan Bidang Administrasi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, pada Selasa 3 Februari 2015, mengatakan, dirinya melakukan studi kasus untuk penyusunan disertasi tersebut di dua universitas ternama di Indonesia, diantaranya Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

“Alasannya karena memang dua Universitas ini sudah dinyatakan sebagai Univeristas yang berhasil menjalankan standar penjaminan mutu. Barometernya, kedua Univeritas tersebut berhasil mendapat akreditasi A dari BAN-PT,” katanya.

Lebih lanjut, Maman memaparkan, proses penjaminan mutu pendidikan tinggi di suatu perguruan tinggi merupakan kegiatan mandiri dari perguruan tinggi yang bersangkutan. Proses tersebut dirancang, dijalankan, dan dikendalikan sendiri oleh perguruan tinggi yang bersangkutan tanpa campur tangan dari pemerintah, dalam hal ini Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti), ataupun Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Kebijakan ini diambil karena didasari bahwa setiap perguruan tinggi memiliki spesifikasi yang berlainan, antara lain dalam hal ukuran, struktur, sumber daya, visi dan misi, sejarah serta kepemimpinan,” ucapnya.

Mengenai posisi dan arti penting sistem penjaminan mutu (SPM) pendidikan tinggi di suatu perguruan tinggi, Maman menegaskan, di masa mendatang eksistensi suatu perguruan tinggi tidak semata-mata tergantung pada pemerintah, melainkan bergantung pada penilaian stakeholders (mahasiswa, orang tua, dunia kerja, pemerintah, dosen, dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya.

“Agar eksistensinya terjamin, maka perguruan tinggi mutlak harus menjalankan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi yang diselenggarakannya. Untuk itu, rekomendasinya, perguruan tinggi harus meningkatkan mutu pendidikan melalui pengkajian standar mutu, kemudian mengkaji efektifitas dan sistem kinerja organisasi, menciptakan prosedur komunikasi dua arah, meningkatkan pelayanan agar stakeholders memperoleh kepuasan, serta meningkatkan mutu lulusan sebagai upaya memwujudkan sebuah perguruan tinggi bermutu,” pungkasnya.

Riwayat Hidup

Maman Herman, M.Pd, lahir di Ciamis, 4 Februari 1969, dari keluarga petani di daerah pedusunan. Pendidikan dasar dan menengah ditempuh di daerah kelahirannya yang beralamat di Dusun Desa, RT 07 RW 02, Desa Margaharja, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis. Dia memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Ekonomi/ Akuntansi (2004) dengan Predikat Cum Laude dan Magister Pendidikan (2009) di Universitas Galuh Ciamis dengan predikat Cum Laude.

Kegiatan mengajar dimulai tahun 1995 di SD dan MTs Margaharja. Kemudian menjadi Asiten Dosen sejak tahun 2004 dan pada tahun 2007 menjadi dosen tetap Yayasan hingga sekarang di FKIP Prodi Ekonomi/ Akuntansi dan Asisten Dosen pada Prodi Administrasi Pendidikan Program Pasca Sarjana Universitas Galuh.

Maman juga pernah menjadi Manajer selama 8 tahun di BPR Artha Mandiri Tasikmalaya pada tahun 1996 sampai 2003. Dia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Audit Internal dan Ketua Bidang Evaluasi pada Satua Penjaminan Mutu (SPM) Universitas Galuh. Dan saat ini, dia menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Bidang Pengabdian, pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) di kampus yang sama. Diapun saat ini sudah berhasil membuat sejumlah karya ilmiah, baik di bidang penelitian maupun di bidang pengabdian. (Deni/Koran-HR)

- Advertisment -