Sabtu, Juni 25, 2022
BerandaBerita PangandaranPersentase APBD Pangandaran Lebih Besar dari Ciamis

Persentase APBD Pangandaran Lebih Besar dari Ciamis

Ilustrasi APBD. Ist/Net

Persentase APBD Pangandaran Lebih Besar dari Ciamis

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Pangandaran, Drs Hendar Suhendar, M.Si, mengatakan, meski sudah 2 tahun resmi menjadi daerah otonom baru, namun pemerintah pusat belum mengucurkan dana bantuan khusus untuk percepatan pembangunan di daerah otonom baru.

“Kalau melihat dari pengalaman Kota Banjar, dana bantuan khusus DOB itu akan dikucurkan ketika sudah ada kepala daerah definitif. Apabila bantuan khusus itu sudah diturunkan, jelas akan memperbesar total APBD untuk porsi anggaran pembangunan,” katanya, kepada Koran HR, pekan lalu. [Baca juga: APBD Pangandaran 2015 Sekitar Rp. 1,2 Triliun, Ini Sumber Dananya]

Hendar mengungkapkan, meski Pangandaran belum mendapat dana bantuan khusus DOB dari pemerintah pusat, namun persentase total APBD-nya sudah melebihi Kabupaten Ciamis yang merupakan kabupaten induk.

“APBD Kabupaten Ciamis sekitar Rp. 2 triliun lebih untuk disebar ke 26 kecamatan. Tetapi, APBD Pangandaran sekitar Rp. 1,2 triliun, hanya untuk disebar ke 10 kecamatan. Artinya, kalau dihitung persentase, tentu lebih besar APBD Pangandaran, karena hanya untuk 10 kecamatan,” terangnya.

Hendar pun optimis PAD dari berbagai sektor pada tahun berikutnya akan terus meningkat seiring banyaknya potensi yang dimiliki Kabupaten Pangandaran, terutama dari sektor parawista yang masih banyak untuk dikembangkan dan digali.

“Target PAD Kabupaten Pangandaran tahun 2015 sebesar Rp. 53 milyar murni pendapatan yang masuk ke kas daerah. Terget itu tidak seperti di daerah lain, dimana target PAD-nya tampak besar, tetapi PAD-nya sebagian besar dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang tidak disetorkan ke kas daerah,” ujarnya.

Pangandaran, lanjut Hendar, saat ini belum memiliki RSUD. Dengan begitu, dalam uraian sumber PAD-nya tidak ada dari retribusi PAD RSUD. “ Tetapi, pendapatan sebesar apapun dari RSUD, nantinya akan dikembalikan lagi untuk kepentingan operasional RSUD dan tidak masuk kas daerah. Karena masuk ke dalam hitungan PAD hanya angka saja. Kalau Pangandaran punya RSUD type B, mungkin PAD-nya bisa mencapai Rp. 500 milyar,” terangnya. (Mad/Koran-HR)

- Advertisment -