Selasa, Juni 28, 2022
BerandaBerita PangandaranPj. Bupati Sebut Ada Pejabat Pangandaran yang Sudah Bagi-bagi Proyek Kecewa

Pj. Bupati Sebut Ada Pejabat Pangandaran yang Sudah Bagi-bagi Proyek Kecewa

Ilustrasi Jabatan. Foto: Ist/Net

Pj. Bupati Sebut Ada Pejabat Pangandaran yang Sudah Bagi-bagi Proyek Kecewa

Ilustrasi jabatan. Foto: Ist/Net

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Penjabat Bupati Pangandaran, Dr. Drs. H. Endjang Naffandy, M.Si, menduga munculnya polemik pasca mutasi dan rotasi pejabat diduga diskenario oleh seorang pejabat di lingkungan Pemkab Pangandaran yang tidak puas karena dipindahkan dari jabatannya.

“Kalau saya harus buka kenapa ada polemik, karena ada pejabat yang sudah bagi-bagi proyek saat duduk di jabatan sebelumnya. Kemudian pada rotasi dan mutasi kemarin dia dipindahkan dari jabatan itu. Lantas, dia kecewa dan membuat skenario agar terjadi polemik,” tegasnya, ketika dihubungi Koran HR, Selasa (17/02/2015) lalu. [Baca juga: Polemik Mutasi dan Rotasi Jabatan, DPRD Pangandaran Wacanakan Interpelasi]

Endjang menambahkan, seharusnya pejabat itu memperlihatkan prestasi, ide dan loyalitas dalam bekerja, bukan malah membuat manuver. ”Saya sudah tahu orangnya,” ucapnya. [Baca juga: Ini Alasan DPRD Berencana Menginterpelasi Pj. Bupati Pangandaran]

Ketika ditanya terkait seringnya melakukan rotasi dan mutasi jabatan hingga sebanyak 7 kali selama dirinya menjabat Pj. Bupati, Endjang mengatakan, dari sekian kali melakukan rotasi dan mutasi, lebih banyak karena terdesak kondisi dan kebutuhan. [Baca juga: Ini Permasalahan yang Disorot DPRD Pangandaran Terkait Rotasi dan Mutasi Jabatan]

“Sebenarnya saya baru dua kali melakukan rotasi dan mutasi pejabat dalam rangka evaluasi jabatan. Sementara sisanya, karena terdesak kebutuhan menyusul ada kekosongan jabatan dan berdirinya OPD baru. Jadi, tidak sembarangan saya melakukan rotasi dan mutasi jabatan,” katanya. [Baca juga: Pj. Bupati Pangandaran: Saya Tidak akan Tanggapi Interpelasi DPRD]

Pada pelantikan pertama, kata Endjang, dalam rangka pengisian jabatan di seluruh struktur pemerintahan Pemkab Pangandaran pasca Kabupaten Pangandaran diresmikan sebagai DOB. Pelantikan kedua, menurutnya, agendanya terkait pengangkatan jabatan fungsional.

“Pelantikan ketiga, agendanya penyesuaian SK kepala sekolah, keempat agendanya pelantikan Sekda, kelima agendanya evaluasi jabatan. Dan pada pelantikan keenam dan ketujuh agendanya terdesak kebutuhan menyusul berdirinya OPD baru dan mengisi kekosongan jabatan,” terangnya.

Dengan begitu, lanjut Endjang, setiap melakukan rotasi dan mutasi jabatan sudah jelas alasannya dan tidak mengada-ada. “ Jadi, dimana masalahnya pada rotasi dan mutasi yang sudah saya lakukan? Makanya, saya meminta DPRD agar tidak sembarangan menggunakan hak interplasinya,” tegasnya. (Mad/Koran-HR)

- Advertisment -