Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita PangandaranRotasi dan Mutasi Pejabat Picu Polemik, DPRD Pangandaran Bereaksi

Rotasi dan Mutasi Pejabat Picu Polemik, DPRD Pangandaran Bereaksi

Penjabat Bupati Pangandaran, H. Endjang Naffandy, usai melantik pejabat di lingkungan Pemkab Pangandaran, di Lapang Upacara Kantor Setda Kabupaten Pangandaran, Senin (02/02/2015) lalu. Foto: Dokumentasi HR

Rotasi dan Mutasi Pejabat Picu Polemik, DPRD Pangandaran Bereaksi

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Setelah Aktivis Masyarakat Peduli Pangandaran (MPP) mendatangi kantor Setda Pangandaran, Senin (09/02/2015), dan menyoroti masalah rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Pangandaran yang diduga dijadikan ajang bisnis oleh pihak tertentu, kini giliran DPRD Pangandaran ikut bereaksi.

Ketua DPRD Pangandaran, Iwan M. Ridwan, menegaskan, pihaknya akan segera memanggil Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangakatan) Pemkab Pangandaran untuk mengklarfikasi terkait munculnya isu miring pasca dilakukannya rotasi dan mutasi pejabat.

“Bukan hanya soal isu pungutan uang atau ajang bisnis jabatan saja, tetapi banyak hal yang menurut kami bermasalah dalam rotasi dan mutasi pejabat kemarin, terutama soal banyak aturan dan kepatutan yang dilabrak,” tegasnya, kepada HR, Selasa (10/02/2015).

Menurut Iwan, pihaknya sudah banyak mendapat laporan dari sejumlah pejabat Pemkab Pangandaran yang menyatakan kecewa dengan kebijakan Pj. Bupati dalam rotasi dan mutasi jabatan tersebut.

“Pejabat di Pangandaran sekarang sudah mulai berani berbicara apa yang terjadi pada rotasi dan mutasi jabatan kemarin. Artinya, kita harus segera menyikapi masalah ini, karena khawatir terjadi gesekan di internal Pemkab dan berdampak pada menurunkan kinerja birokrasi,” katanya.

Iwan menambahkan, dari informasi yang diperolehnya, memang pantas rotasi dan mutasi pejabat di Pemkab Pangandaran memicu polemik. Karena, menurutnya, banyak hal yang ganjil dan melabrak aturan kepatutan.

Dia mencontohkan, sampai ada pejabat yang setiap ada rotasi dan mutasi di lingkungan Pemkab Pangandaran pasti ikut dilantik. “ Artinya, baru 2 bulan, 4 bulan atau 6 bulan duduk di suatu jabatan, kemudian tak lama kemudian pejabat tersebut dipindahkan kembali,” ujarnya.

Yang lebih ironis, lanjut Iwan, ada seorang pejabat pada November tahun 2014 lalu dipindahkan dari kantor kecamatan ke Satpol PP. Namun, pada mutasi dan rotasi kemarin (Februari), pejabat tersebut dipindahkan lagi ke kantor kecamatan.

“Pejabat ini baru saja selesai menjahit baju dinas Satpol PP, kemudian 2 bulan berikutnya dipindahkan lagi ke kantor kecamatan. Artinya, rotasi dan mutasi pejabat ini seperti yang asal-asalan dan tidak terkonsep dengan baik,” tegasnya. (Mad/Koran-HR)

Berita Terkait

Ini Alasan Pj. Bupati Pangandaran Kembali Rombak ‘Kabinetnya’

Ini Daftar Pejabat Pemkab Pangandaran yang Dimutasi dan Dirotasi

- Advertisment -